Nenek Wati mau ketemu sepupu, numpang mobil malah ditinggal di jalan

Sudah sekitar sepuluh hari nenek itu berada di sana.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Nenek Wati mau ketemu sepupu, numpang mobil malah ditinggal di jalan
Ilustrasi nenek. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/giorgiomtb

Seorang nenek lanjut usia (Lansia) asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Wati (70) terlantar di kelurahan Martajaya, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat. Kondisi nenek Wati tidak terurus, bahkan hanya makan dan tidur di perempatan jalan samping pos polisi Martajaya.Selain tak terurus nenek Wati juga mengalami sakit di bagian leher yang membuatnya sulit bergerak. Sudah sekitar sepuluh hari nenek itu berada di sana. Nenek Wati mengaku berasal dari Pinrang hendak menuju ke Toli-Toli Sulawesi Tengah. Dia mengaku menumpang sebuah kendaraan umum dari Pinrang, namun entah karena alasan apa, tepat di pos polisi Martajaya dia diturunkan oleh sopir mobil tersebut."Saya berniat ke Toli-Toli untuk menemui sepupuku karena di Pinrang saya sudah tidak punya siapa-siapa di sana, saya hanya mencari makan di sana," ujarnya sambil menitikkan air mata, dikutip dari antara, Sabtu (20/2).Kondisinya yang tua renta membuat sebagian masyarakat setempat termasuk personel Lantas polres Matra yang berjaga di pos polisi menjadi iba, mereka pun memberi sumbangan baik berupa makanan maupun uang. Dengan bantuan masyarakat itulah hingga saat ini nenek Wati masih bertahan.Sebagian masyarakat berupaya membawanya ke RSUD Matra untuk pengobatan, namun sang nenek menolak karena takut dengan jarum suntik, dia hanya ingin diobati dengan pengobatan tradisional atau dukun.Pelaksana tugas Kepala Disnakertrans Matra Maman mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa atas kondisi nenek Wati lantaran fasilitas panti sosial belum tersedia."Kami tidak bisa membantu karena belum ada panti ataupun rumah singgah di Disnakertrans Matra, kalaupun ada kami harus hati-hati menampung orang, sebab jangan sampai nanti ada apa-apa nya, kami malah bisa disalahkan keluarganya," ucap Maman.

Rekomendasi