Batal dikasih dana hibah DKI proyek di Bekasi terancam mangkrak

"Pak Ahok sudah berjanji," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Batal dikasih dana hibah DKI proyek di Bekasi terancam mangkrak
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. ©2015 Merdeka.com

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, gagal mendapatkan dana hibah dari DKI Jakarta 2016. Akibatnya sejumlah proyek infrastuktur di wilayah setempat terancam telat dieksekusi.Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa pihaknya mengusulkan dana hibah hampir Rp 1 triliun. Namun dari dana yang diusulkan yang sudah mendapatkan sinyal mencapai Rp 400 miliar."Untuk pembangunan infrastuktur jalan dan banjir," kata Tri, Senin (8/2).Sayangnya, uang yang digadang-gadang tersebut batal cair, sehingga mengganggu proyek yang sudah direncanakan. Misalnya pembangunan jembatan Jatiwaringin di atas ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek Kecamatan Pondokgede.Menurut dia, proyek itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 67 miliar, rinciannya dana DKI sebesar Rp 30 miliar, Jawa Barat Rp 27 miliar, dan Kota Bekasi Rp 10 miliar. Meski begitu, kata dia, proyek tersebut tetap berjalan, dengan anggaran yang ada.Hanya saja, proses penyelesaiannya yang awalnya ditargetkan satu tahap, molor karena terbentur dana hibah dari Jakarta yang batal turun di APBD murni. "Informasinya dianggarkan di APBD Perubahan," kata Tri.Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengaku masih optimis bahwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tidak asal memberikan janji dana hibah kepada kota mitra. Menurut dia, DKI akan mengalokasikan dana hibah pada APBD Perubahan 2016. "Pak Ahok sudah berjanji," kata dia.Menurut dia, bantuan berupa dana hibah tersebut untuk menyelesaikan masalah akut menahun seperti kemacetan, banjir, pembangunan infrastruktur dan saluran. Untuk itu, kata Rahmat, pemerintah segera menyusun permohonan dana hibah pada DKI untuk periode 2017 sedini mungkin. "Proposal pengajuan dana hibah harus lengkap," tuturnya.Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, meminta kepada pemerintah agar segera menyusun proposal permintaan dana hibah untuk 2017 kepada DKI, sehingga tak sampai ada pembatalan seperti tahun ini. "Jangan sampai mendapatkan pemberian harapan palsu," kata Ariyanto.

Rekomendasi