PKB: Kalau peran tak diperkuat, buat apa habiskan energi untuk DPD

PKB memutuskan membawa wacana penghapusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) dalam sidang MPR.

Marselinus Gual
Oleh Marselinus Gual - Reporter
PKB: Kalau peran tak diperkuat, buat apa habiskan energi untuk DPD
PKB: Kalau peran tak diperkuat, buat apa habiskan energi untuk DPD

Hari pertama Mukernas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jumat (5/2), memutuskan membawa wacana penghapusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) dalam sidang MPR. PKB menilai sebaiknya lembaga ini dihapuskan dari struktur parlemen (MPR, DPR, dan DPD) jika eksistensinya tidak diperjelas.

"Difinalkan semalam oleh DPP, DPW dan DPC. Pada dasarnya Ketum (Muhaimin Iskandar) menjelaskan dalam rangka mendorong agar eksistensi DPD diperjelas," kata Wasekjen PKB Lukman Edy di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (6/2).

Lukman mengajak partai lain ikut memperhatikan kejelasan eksistensi DPD. Ibarat pisau bermata dua, DPD seolah-olah ada namun dengan fungsi yang kurang jelas dan hanya menghamburkan dana.

"Kalau tidak ada niat partai lain mendukung DPD, kenapa buang waktu dan uang untuk DPD. Bagai Pisau bermata dua," jelas dia.

"Kalau tidak memperkuat lebih bagus tidak membuang waktu energi untuk DPD," ucapnya.

Dia meminta internal DPD juga sadar akan peran yang selama ini tak jelas. "Internal DPD harus punya kesadaran kalau perform DPD sekarang susah dipertanggungjawabkan pada bangsa " katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa Mukernas PKB 2016 akan mengkaji keberadaan DPD RI. Menurut suara kader PKB di daerah, DPD tidak berfungsi sama sekali dan sebaiknya dibubarkan dengan mengamandemen Undang-Undang Dasar.

Meskipun demikian, Cak Imin menyatakan sikap DPP PKB terkait DPD baru akan diambil dalam Mukernas. "Pilihannya DPD ditambah kewenangannya atau dibubarkan," kata Cak Imin.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono tak setuju dengan wacana penghapusan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Mukernas DPP PKB di Jakarta Convention Center (JCC). Menurut Agung, DPD adalah bagian dari MPR, jika dihapus maka akan mengalami ketimpangan. Agung menyarankan sebaiknya kewenangan DPD diperkuat saja, agar perannya lebih besar dalam legislasi.

"MPR itu majelis permusyawaratan rakyat yang terdiri dari DPR dan DPD. Kalau satu hilang menjadi timpang," ujar Agung Laksono seusai menghadiri Mukernas PKB di JCC, Jakarta, Jumat (5/2) malam.

Rekomendasi