Setelah produk miliknya diakui pemerintah, Muhammad Muslim bin Amri yang akrab disapa Kusrin (41) mulai melirik pangsa pasar baru, yakni televisi liquid crystal display (LCD). Atas alasan itu, dia mulai mengurangi produksi televisi dari bahan tabung bekas monitor komputer.Namun, sebelum melaksanakan niatnya tersebut, Kusrin akan menghabiskan TV tabung buatannya. Setelah itu, dia bakal memproduksi TV LCD secara besar-besaran. Dia juga bakal menambah jumlah karyawannya."Stok tabung yang ada sekarang ini akan kami habiskan dulu. Kemudian mulai memproduksi televisi jenis LCD," ujar Kusrin kepada merdeka.com.
Televisi buatan Kusrin ©2016 Merdeka.com/Arie Sunaryo
Kendati akan memproduksi televisi LCD namun produksi televisi jenis tabung tetap akan dilakukan, karena pangsa pasarnya masih menjanjikan. Produksi itu dilakukan sesuai pesanan yang diterimanya."Kami masih akan menerima pesanan untuk televisi tabung," katanya.Kusrin menambahkan, untuk bahan baku produksi televisi LCD sebenarnya sudah ada di Kota Surabaya, namun untuk belum bisa diproduksi. Terkait harga, ia mengaku antara televisi tabung dengan LCD jauh berbeda karena bahan baku pembuatan televisi LCD lebih mahal.
Kusrin mengemukakan, sejak dipanggil Presiden Joko Widodo ia belum memproduksi televisi tabung lagi. Kemungkinan, lanjut dia, baru akan dimulai pada bulan depan."Setelah mendapatkan sertifikat SNI kami akan menambah karyawan. Kemarin banyak karyawan yang keluar," pungkasnya.
Advertisement