Purwanto membantah bila anaknya KT (12) telah mencuri burung yang berujung dianiaya oleh 5 anggota Marinir Cilandak. Purwanto mengaku selalu memantau aktivitas anaknya itu mulai dari jam sekolah hingga di mana anaknya bermain."Ya saya rasa nggak (mencuri burung)," ujar Purwanto saat jumpa pers di Rumah Sakit Prikasih, Pondok Labu Cilandak Jakarta Selatan, Rabu (13/1)."Jadi sehari-harinya, jam sekolah dan main saya bisa ngontrol dan dia memang sehari-harinya setiap sore dia main di wilayah itu, sudah biasa main di komplek dalam," katanya.Kejadian penganiayaan itu terjadi pada Minggu (10/1) lalu. Saat itu sekitar pukul 11.00 WIB, Purwanto masih sempat bertemu anaknya yang tengah bermain bersama F. Kala itu dia hendak pergi bekerja.Pukul 15.30 WIB dia pun kembali ke rumah usai bekerja. Saat sedang bersantai, tiba-tiba F datang dan memberikan kabar tak mengenakan."Dia bilang T lagi dipukulin di komplek. Ya saya langsung ke sana buat liat anak saya," kenang Purwanto saat jumpa jumpa pers di RS Prikasih, Pondok Labu, Rabu (13/1).Sesampainya di sana, Purwanto tak langsung bisa menghampiri anaknya. Sebelum masuk komplek dia dijaga dua anggota marinir yang tengah berjaga."Kamu nggak boleh masuk sembarangan ke sini. Ini wilayah saya," kata Purwanto menirukan ucapan petugas yang berjaga.Dia pun memaksa masuk untuk menemui anaknya. Namun Purwanto juga harus mendapatkan tendangan di dadanya sebanyak dua kali sebelum akhirnya bisa menemui anaknya."Saya ditendang di dada dua kali," ujarnya.Dia mengaku tidak melihat pasti anaknya yang tengah dipukuli. Dari jarak satu meter dirinya hanya mendengar anaknya tengah diinterogasi oleh anggota Marinir.Sekitar pukul 17.00 WIB sore akhirnya dia baru bisa menemui anaknya. Sambil memeluk anaknya dia hanya bisa meratap."Yang kuat ya Nak," kenangnya.
Purwanto bantah anaknya curi burung di komplek Marinir Cilandak
Purwanto juga harus mendapatkan tendangan di dadanya sebanyak dua kali sebelum akhirnya bisa menemui anaknya.
Advertisement
Rekomendasi