Nama politikus PDIP, Herman Hery, tengah ramai diperbincangkan publik. Sebabnya, sebagai anggota DPR Komisi III, dia begitu arogannya memaki seorang perwira polisi Polda NTT, gara-gara melakukan razia minuman keras di Kupang sebelum Natal lalu.
Makian itu dialamatkan Herman pada Kasubdit Narkoba Polda NTT, AKBP Albert Neno. Herman mengeluarkan kata-kata kasar selama 10 menit telepon dilakukan dan ikut didengar keluarga Albert yang sedang merayakan Natal.
Tak terima mendapat perlakuan demikian, Albert melapor ke Polda NTT. Dia yakin razia yang dilakukannya sesuai prosedur sehingga merasa aneh bila ada yang merasa tersinggung, marah sampai memaki.
Semula Herman membantah memaki Albert. Dia balik mengancam akan melaporkan Albert ke Propam Mabes Polri.
Belum lagi laporan itu dia layangkan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, memutuskan mengirim Kadiv Propam ke Polda NTT menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Tak hanya itu, laporan Albert pada Herman pun ditarik ke Bareskrim Polri.
"Saya harus perintahkan Kadiv Propam ke sana untuk cek seperti apa kasusnya, ada surat perintah ada enggak, bagaimana reaksinya, yang bersangkutan betul atau tidak. Kita cek dulu baru lakukan langkah-langkah," jelas Badrodin.
Advertisement
Hampir dua pekan kasus ini ramai digunjing publik, Herman tak kunjung memberikan kesempatan penjelasan langsung. Herman mengaku sedang di Singapura karena itu dia berdalih yang menelepon Albert adalah staf-nya bernama Ronny.
Sikap membela diri Herman saat itu mendapat dukungan dari partai berlambang banteng. Mereka pun yakin Herman tak melakukan hal itu.
Namun Selasa sore kemarin, tiba tiba Herman menunjukkan batang hidungnya di Mabes Polri. Kebetulan di sana juga ada Albert. Mereka bertemu tak sengaja.
Dalam pertemuan itu, Herman meminta maaf pada Albert. Tapi saat ditanya apakah permohonan maaf itu secara tak langsung membenarkan dirinya memaki, Herman tak menjawab gamblang.
"Yang penting sebagai manusia meminta maaf. Saya tak bicara teknis lagi, semua sudah di penyidik. Saya datang untuk menemui," ujar Herman.
Herman mengaku sudah berusaha untuk menghubungi Albert. Herman ingin meminta maaf. Tapi sangat sulit buatnya mencari keberadaan Albert sampai akhirnya dia menghubungi Kapolda NTT, Brigjen Endang Sunjaya.
"Saya cari beliau (Albert Neno) susah. Saya telepon pak Kapolda, katanya ada di sini (Bareskrim), saya temui," katanya.
Entah kenapa tiba-tiba Herman meminta maaf. Padahal sebelumnya, dia selalu membantah. Lalu apa reaksi Albert?
Advertisement
Albert mengaku memaafkan perbuatan Herman. Meski dalam jabat tangan, Albert terlihat dingin.
"Secara pribadi dan secara iman, saya sebagai orang yang beriman, percaya kepada Tuhan, ketika orang menyampaikan maaf, saya harus memaafkan, dan saya memaafkan dengan hati yang tulus iklas," tegas Albert saat bertemu Herman Hery di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/1).
Meski memaafkan, Albert tetap mau pelaporannya terhadap Herman ke Polda NTT yang kini ditangani Bareskrim Polri dilanjutkan.
"Tetapi terkait masalah hukum yang sedang berjalan, biarkan berjalan. Sesuai dengan mekanisme yang ada. Saya hari ini tidak ngomong untuk cabut masalah," sambungnya.
Terkait pertemuannya dengan Herman hari ini, Albert mengaku tak tahu. Sebab kedatangannya ke Jakarta sebenarnya karena dipanggil Wakabareskrim Irjen Syahrul Mama. Ditegaskanya pula, pertemuan ini tak direncanakan.
"Untuk bertemu dengan Pak Wakabareskrim (Irjen Syahrul Mama), ya, seusai dengan petunjuk beliau, hari ini bertemu untuk menyampaikan laporan," bebernya.
Dari pantauan merdeka.com, Albert Albert terlihat kaku saat diminta berjabat tangan dengan Herman Hery. Bahkan saat ditanya awak media soal kelanjutan kasus hukum tersebut, Albert lebih memilih bungkam dan bergegas masuk ke mobil pribadinya dan meninggalkan Herman tanpa berbicara sepatah kata pun.
Meski ada perdamaian ini, akankah Bareskrim tetap mengusut kasus arogan anggota DPR Herman Hery pada Albert dan menghukumnya sesuai aturan yang ada?