Ingin kencani PSK eks Dolly, Imanuel curi BPKB mobil majikannya

"Saya datang ke Dolly, tiap 2 hari kadang tiga hari sekali. Meski sudah ditutup, masih bisa booking sembunyi-sembunyi,"

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Ingin kencani PSK eks Dolly, Imanuel curi BPKB mobil majikannya
Immanuel pencuri BPKB majikan. ©2016 Merdeka.com

Suka foya-foya dan main perempuan di eks-lokalisasi Dolly, Imanuel D (50), warga Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur ‎nekat menggadaikan BPKB majikannya sendiri. Tak hanya itu, tersangka juga bawa lari motor dan keluar dari pekerjaannya.Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar mengatakan, tersangka yang berprofesi sebagai sopir pribadi, melakukan pencurian dan pemberatan di rumah majikannya sendiri‎, yaitu M Ali Basjar, warga Wonorejo, Surabaya. "Pertama, tersangka mencuri tiga buah BPKB mobil milik korban, dan digadaikan ke koperasi. Yang terakhir, tersangka mencuri motor milik korban dan keluar dari pekerjaannya," terang Lily di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (5/12). Dari pengakuan tersangka, lanjut Lily, hasil dari kejahatannya ini digunakan untuk foya-foya dan main perempuan."Modusnya, saat ‎korban, yang juga majikan tersangka pergi ke luar kota, kemudian tersangka meminta bantuan tukang kunci langganan majikannya untuk membuat duplikat kunci lemari milik korban." Selanjutnya, tersangka mengambil tiga BPKB masing-masing Nissan type Grand Livina Ultm Nopol L 1862 NU, ‎Toyota Etios Nopol L 1676 RK dan motor Honda Nopol L 6487 RG."Saat berniat keluar dari pekerjaannya pada Desember 2015 kemarin, tersangka juga membawa lari motor Honda Supra L 6018 ES milik korban," ujar Lily. "Dan atas laporan korban, Unit Jatanum melakukan penyelidikan, kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka," sambungnya. Di hadapan penyidik, tersangka yang 15 tahun menjadi sopir pribadi korban ini mengaku, nekat melakukan pencurian di rumah sang majikan karena terbelit utang."Kemudian saya nyuri BPKB mobil. BPKB-nya saya gadaikan Rp 39.800.000, motornya Rp 7 juta dan Rp 5 juta," akunya. Selain untuk membayar utang, uang hasil dari gadai BPKB dan motor itu, aku tersangka, juga untuk foya-foya."15 tahun jadi sopir pribadi, saya diberi uang makan perhari Rp 70 ribu, dan gaji bulanan Rp 500 ribu. Karena gak cukup untuk bayar utang dan hidup sehari-hari, saya nyuri. Uangnya saya pakai bayar utang, foya-foya dan main perempuan di Dolly," katanya. "Saya datang ke Dolly, tiap dua hari kadang tiga hari sekali. Meski sudah ditutup, masih bisa booking (perempuan) sembunyi-sembunyi. Sekali kencan, sekarang Rp 500 ribu," pungkasnya.

Rekomendasi