Profesi pilot dan pramugari merupakan salah satu jenis pekerjaan yang mulia. Berkat mereka, orang banyak bisa menuju tempat tujuan melalui jalur udara yang tentunya menempuh waktu lebih cepat ketimbang jalur laut dan darat.Padahal, profesi pilot dan pramugari memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Berbeda dengan profesi kebanyakan yang menjalani aktivitas di darat, profesi pilot dan pramugari justru berada di udara.Jika sudah berada di udara, tentunya sebagai manusia biasa hanya bisa berserah kepada Tuhan atas keselamatan diri. Karenanya, segala macam pemeriksaan, salah satunya cek kesehatan, rutin dilakukan buat pilot dan pramugari, agar benar-benar fit saat bertugas.Namun, apa jadinya jika mereka malah suka mengonsumsi narkoba? Ya, hal inilah yang terjadi pada co pilot berinisial SH (34), pramugara MT (23) dan pramugari SR (20). Ketiganya ditangkap petugas BNN di sebuah apartemen di wilayah Tangerang Selatan, Banten, bersama seorang ibu rumah tangga, saat tengah pesta narkoba jenis sabu dan ganja, Sabtu (19/12).Kepala BNN Budi Waseso mengatakan, SH merupakan pilot yang masih menjalani pelatihan menggunakan pesawat baru. Menurutnya, SH merupakan pilot yang baru pindah ke maskapai penerbangan tempatnya bekerja saat tertangkap yakni Lion Air."Namun statusnya sudah menjadi pegawai," kata Budi Waseso dalam jumpa pers di Kantor BNN, Jakarta, Selasa (22/12).
Advertisement
Budi Waseso mengatakan, tiga pegawai maskapai penerbangan itu telah diberikan sanksi oleh pihak maskapai tempatnya bekerja."Hasil keputusan dari pimpinan maskapai itu, ke-3 oknum tersebut sudah dilakukan pemecatan," katanya.Dalam jumpa pers di Gedung BNN, kemarin, Budi Waseso mengatakan, BNN terus mengembangkan kasus tersebut. Pihaknya juga mendalami, apakah tiga kru Lion Air dan seorang ibu rumah tangga itu hanya mengkonsumsi atau juga mengedarkan narkoba.Namun demikian, dia menegaskan barang haram itu diperoleh keempatnya dari luar negeri. Dia mensinyalir jika barang haram itu berasal dari Asia."Ini sedang kita lihat, dari China atau Taiwan," ujarnya.Fakta lain pun terungkap. Berdasarkan keterangan salah seorang penyidik BNN yang enggan disebutkan namanya, selain ingin berpesta narkoba, ke empat orang tersebut berencana melakukan pesta seks. Hal tersebut didapat setelah penyidik melakukan pemeriksaan."NM itu muncikari, memang mau pesta seks. Mereka pasang-pasangan," ujar penyidik pria berbadan tegap tersebut, di Kantor BNN, Rabu (23/12).
Advertisement
Pihak Lion Air pun langsung beraksi atas berita penangkapan tersebut. Direktur Umum Lion Air Edward Sirait membantah pernyataan Budi Waseso yang menyebut tiga orang kru pesawat yang ditangkap itu pegawainya.Edward menegaskan, co pilot berinisial SH (34) bukan pegawai resmi Lion Air. Dia berdalih SH masih mengikuti tes masuk di perusahaannya. Sedangkan untuk MT (23) dan SR (20) sudah dipecat sebelum kejadian penangkapan."Untuk co pilot SH ia adalah calon pilot yang baru mau mendaftar di perusahaan penerbangan kami, ia masih test untuk masuk di perusahaan kami. Sedangkan MT dan SR sudah kami pecat sejak lama," kata Edward di Gedung Menara Lion, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu kemarin.Menurutnya, SH tidak lolos tes dan tidak memenuhi standar perusahaan. Dia menegaskan kualitas SH sebagai pilot tidak sesuai kualifikasi."Dari beberapa kali tes kualitas nya kurang bagus sehingga kami putuskan untuk memberhentikan dia dari tes masuk Lion Air," katanya."Jadi saya tegaskan SH ini belum menjadi pilot Lion Air dan belum pernah menerbangkan pesawat Lion Air yang ada penumpangnya," ucapnya.Sementara, soal MT dan SR, dia mengatakan telah dipecat karena dinilai indisipliner. Menurutnya, keduanya kerap mangkir dari pekerjaan."Seperti tidak masuk dua hari berturut-turut. Kalau sudah seperti itu termasuk pelanggaran keras," tegasnya.