Meski keterbelakangan mental, Ngatimun dikenal menyayangi ibu

Ngatimun baru sadar ibunya telah meninggal dunia dengan kemunculan belatung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Meski keterbelakangan mental, Ngatimun dikenal menyayangi ibu
Ilustrasi. ©2015 Merdeka.com

Meski menderita keterbelakangan mental, Ngatimun (45) dikenal warga Dusun Padang Malintang, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, sebagai anak yang berbakti kepada orangtua.Rebo (51), warga setempat menuturkan bahwa meskipun Ngatimun merupakan pria dengan keterbelakangan mental, namun dia sangat menyayangi ibunya.Ngatimun nekat mengubur jenazah ibunya seorang diri di dekat rumah. Bahkan dia juga membuat atap tenda agar kuburan ibunya tidak kehujanan.Diduga kondisi Ngatimun yang mengalami keterbelakangan mental menyebabkan dia sepertinya tidak mengetahui kalau ibunya sudah meninggal dunia saat dia mengunjungi almarhumah, Jumat (11/12).Hal itu jelasnya, didasari atas pengakuannya yang sempat mengunjungi ibunya untuk mengantar makanan, namun saat itu dia menduga ibunya tersebut sedang tidur dan dia pun meninggalkan Yatemi."Pada Minggu pagi (13/12) ia pun kembali mendatangi ibunya dan melihat di tubuh jasad almarhum sudah berulat, ia pun akhirnya menguburkan sendiri jasad ibunya itu pada sore harinya," kata Kasat Intel dan Keamanan Polres setempat AKP Zamzami, Senin (14/12).Penyelidikan untuk kasus ini sudah dihentikan karena polisi tidak menemukan cukup alat bukti adanya dugaan perbuatan penganiayaan atau perbuatan jahat terkait kematian Yatemi.

Rekomendasi