2 Petugas KPPS tertangkap basah bagikan amplop isi Rp 20 ribu

Total ada empat temuan politik uang di Pilkada Purworejo.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
2 Petugas KPPS tertangkap basah bagikan amplop isi Rp 20 ribu
Ilustrasi Suap. ©2015 Merdeka.com

Kasus dugaan politik uang terungkap di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Tiga pelaku diamankan petugas; dua di antaranya adalah petugas KPPS di Desa Dlangu, adalah Rohmat (TPS 4) dan Miswadi (TPS 5). Sedangkan satu pelaku lainnya adalah Jamaludin."Total ada 50 amplop masing-masing berisi Rp 20.000 dan sudah dibagikan. Setelah terungkap kami bersama aparat kepolisian dan pelaku menarik kembali pembagian uang yang sudah beredar," kata Ketua Panwascam Butuh Achmad Chusnaeni, Rabu (9/12). Demikian tulis Antara.Sementara itu, Panwas Kabupaten Purworejo juga berhasil menggagalkan dugaan politik uang beserta barang bukti uang jutaan rupiah. Total ada empat kasus dugaan politik uang yang terungkap."Kasus yang kami ungkap ini segera dibawa ke Sentra Gakumdu untuk gelar perkara guna dilakukan kajian hukum memenuhi unsur atau tidak," kata Ketua Panwas Kabupaten Purworejo Gunarwan.Selain di Kecamatan Butuh, petugas menemukan kasus politik uang di Desa Majir, Kecamatan Kutoarjo. Pelaku bernama Latif yang menyebarkan uang kepada warga sekitar."Barang bukti uang tunai yang diamankan Rp 1.085.000 beserta dua telepon genggam milik pelaku," katanya.Ketua Panwascam Kutoarjo Setya Pribadiyono menuturkan, penyebaran uang itu berhasil diendus PPL dan langsung dikoordinasikan dengan Panwascam."Selanjutnya kami meminta keterangan warga dan barang bukti uang kami tarik dari warga penerima bersama aparat kepolisian," katanya.Kasus dugaan politik uaang juga berhasil diungkap di Desa Wingkosigromulyo, Kecamatan Ngombol. Pelakunya adalah Leli Sutini.Ketua Panwascam Ngombol Ari Murti Agung Nugroho mengungkapkan, kasus tersebut diungkap setelah pihaknya menerima informasi dari Panwaskab."Kami telusuri dan baru akan dibagi uangnya. Kami berhasil mengamankan 80 amplop masing-masing berisi Rp 20.000. Sudah kami amankan dan dituangkan dalam berita acara yang juga ditandatangani aparat kepolisian," katanya.Panwascam Banyuurip juga berhasil mengungkap politik uang yang terjadi di Desa Sumbersari.Ketua Panwascam Banyuurip Yuli Sukaryanto mengungkapkan, kasus tersebut berhasil diungkap berkat kejelian PPL dalam mengendus informasi."Pembagian uang dilakukan Selasa (8/12) dan Rabu siang berhasil ditarik. Total yang kami amankan sebanyak 43 amplop berisi uang bervariasi antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000," katanya.Ketua KPU Purworejo Dulrokhim membenarkan dua petugas KPPS di Desa Dlangu, Kecamatan Butuh, Purworejo diduga telah melakukan pembagian uang pada malam hari H pemungutan suara."Dua petugas KPPS tersebut langsung kami minta mengundurkan diri sehingga petugas KPPS di TPS 4 dan TPS 5 desa tersebut hanya enam orang dan tidak masalah," katanya.

Rekomendasi