Panwas Kabupaten Keerom menyatakan akan memberikan rekomendasi penundaan pencoblosan di wilayah Towee Atas. Penundaan di wilayah itu dikarenakan faktor alam."Kami akan memberikan rekomendasi ke KPU Keerom sehingga dapat menunda pelaksanaan pencoblosan dengan alasan kondisi alam," kata anggota Panwas Keerom, Natalia Yonggiom seperti dikutip dari Antara, Rabu (9/12).Dia mengatakan, rekomendasi ke KPU perlu dilakukan karena hingga saat ini anggota PPS yang didampingi anggota linmas dan polisi belum tiba di Towee Atas. Padahal, dari laporan KPU Keerom terungkap, rombongan sudah berangkat sejak 3 Desember lalu di Towee Hitam dengan menggunakan pesawat dan dilanjutkan berjalan kaki sekitar dua hari dengan menyeberangi sungai musiman.Namun akibat hujan deras menyebabkan rombongan yang berjumlah tujuh orang masih tertahan di Towee Hitam, kata Natalia.Sementara itu Ketua KPU Keerom Bonasafeus Bau mengakui, daftar pemilih tetap (DPT) di kampung Towee Atas hanya sekitar 1.00 orang dan saat ini rombongan pembawa logistik masih tertahan di Towee Hitam."Mereka harus berjalan kaki sekitar 15 jam perjalanan dan harus menyeberangi sungai yang berair deras akibat hujan turun," jelas Bau seraya menambahkan, dengan adanya rekomendasi dari Panwas Keerom diharapkan masyarakat dapat tetap menyalurkan aspirasinya.Pilkada di Kabupaten Keerom diikuti empat pasangan calon bupati dan wakil bupati masing masing Celsius Watae-Muh Markum, pasangan Yusuf Wally-Sarminanto, Jansen Monim-Ignatius Hasyim dan Benny Suweni-Nursalim.Jumlah pemilih di Keerom mencapai 48 ribu dan akan mencoblos di 123 TPS.
Logistik tak sampai, pencoblosan di Towee Atas Keerom ditunda
Rombongan berangkat sejak 3 Desember lalu di Towee Hitam dengan menggunakan pesawat dan dilanjutkan berjalan kaki 2 hari
Rekomendasi