Sudirman Said beberkan 'dosa' Setya Novanto di sidang MKD

Menurut Sudirman Said, Setya Novanto mengondisikan Riza Chalid untuk meminta saham dari PT Freeport.

Nanda Farikh Ibrahim
Sudirman Said beberkan 'dosa' Setya Novanto di sidang MKD
Menteri ESDM Sudirman Said saat hendak bersaksi dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/12). Sudirman Said membeberkan 'dosa' setya Novanto yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla saat bernegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
1 dari 6 halaman
Sudirman Said beberkan 'dosa' Setya Novanto di sidang MKD
Sudirman Said yang mengenakan kemeja putih berlengan panjang terlihat santai saat hendak memasuki ruang sidang. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
2 dari 6 halaman
Sudirman Said beberkan 'dosa' Setya Novanto di sidang MKD
Ketua MKD Surahman Hidayat (kiri) memimpin sidang terkait pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/12). ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
3 dari 6 halaman
Sudirman Said beberkan 'dosa' Setya Novanto di sidang MKD
Kepada pimpinan sidang, Sudirman Said sempat meminta rekaman terkait pembicaraan Setya Novanto saat bernegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport diperdengarkan. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
4 dari 6 halaman
Sudirman Said beberkan 'dosa' Setya Novanto di sidang MKD
Menurut Sudirman Said, dalam rekaman tersebut setya Novanto seolah-olah bisa mengatur segala hal yang bukan urusannya. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
5 dari 6 halaman
Sudirman Said beberkan 'dosa' Setya Novanto di sidang MKD
Sudirman Said juga menilai bahwa Setya Novanto adalah pihak yang mengondisikan Riza Chalid untuk meminta saham PT Freeport. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
6 dari 6 halaman
Sudirman Said beberkan 'dosa' Setya Novanto di sidang MKD
Sejumlah pimpinan sidang mendengarkan kesaksian Sudirman Said terkait pelanggaran etik Setya Novanto. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Rekomendasi