Anggota TNI tewas ditembak di Poso, Panglima tak akan tambah pasukan

TNI akan bekerjasama dengan Polri untuk menanggulangi terorisme di Poso.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Anggota TNI tewas ditembak di Poso, Panglima tak akan tambah pasukan
Letjen TNI Gatot Nurmantyo berikan arahan prajurit Kostrad. ©penkostrad

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku sedang mengevaluasi kejadian penembakan Serka Sainudin dari satuan Ba Purir Kipan C yonif 712 Raider yang tewas tertembak kelompok teroris di Poso, Sulawesi Tengah. Pihaknya juga masih menyelidiki penembakan tersebut."Kita selalu mengevaluasi setiap apa yang terjadi, seperti apa yang sedang terjadi di sana apakah itu bagian patroli atau masuk markas (kelompok teroris di Poso)," kata Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI AU, Jakarta, Senin (30/11).Meski prajurit ada yang tewas, kata dia pihaknya tidak akan menambah jumlah personel di Poso. Namun pihaknya terus bekerjasama dengan kepolisian untuk menangani terorisme."Jadi TNI selalu bekerjasama dengan kepolisian dan BNPT, kemudian info tersebut kami sampaikan dan kami kembangkan pada kepolisian," ujar dia.Untuk melakukan pencegahan tindakann terorisme, lanjut dia, pihaknya bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat dan mantan narapidana."Ini kami sampaikan pada Polri sehingga kami membentengi masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh gerakan terorisme," tandasnya.Seperti diketahui, seorang anggota TNI tewas tertembak saat terjadi kontak senjata dengan jaringan teroris di Dusun Gayatri, Desa Meranda kecamatan Poso pesisir utara Kabupaten Poso di KM 6-7. Baku tembak terjadi sekitar pukul 09.00 WITA, Minggu (29/11). Korban tewas dari TNI yakni Serka Sainudin dari satuan Ba Purir kipan C yonif 712 raider. Sebelum terjadi baku tembak, Serka Sainudin tengah melakukan patroli di wilayah Poso. Dia menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.

Rekomendasi