Ratusan kader hijau hitam menggelar aksi penolakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) PB HMI di halaman Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Senin (30/11) dini hari. Penolakan mereka berdasarkan penjualan sekret HMI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat oleh Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Muhammad Arief Rosyied Hassan dan Sekjen PB HMI, Mulyadi P Tamsir kepada Siti Hardiyanti Indra Rukmana atau yang akrab disapa Mbak Tutut.Ketua HMI Cabang Jakarta Selatan, Abdul azis mengatakan penjualan sekret HMI didorong oleh Korps Alumni HMI (Kahmi), yaitu Akbar Tandjung dan Mahfud MD. "Penjualan sekret itu dipelopori oleh Akbar Tandjung dan Mahfud MD," ujar Abdul Azis kepada merdeka.com di Pekanbaru.Abdul Azis menuding, Mahfud MD dan Akbar Tandjung menjadi biang penjualan sekret lantaran lupa akan sejarah HMI. Dia menegaskan, bukti otentik keterlibatan ke dua Kahmi ini yaitu adanya berkas lengkap nota penjualan sekret HMI yang saat itu ditutup-tutupi Mahfud MD saat menjadi ketua Kahmi."Semua lengkap dengan nota penjualannya. Kami bukan kader yang diciptakan untuk menjadi tumbal kemudian menjadi marter atau kayu bakar senior-senior. Melainkan kami dikader di HMI agar menjadi kader yang cerdas," tegas Abdul Azis."Kami akan pertaruhkan nyawa. Hidup atau pun mati kami taruhkan asalkan kembali ke sekretariat yang lama (di Jalan Diponegoro)," imbuh dia.Diketahui, Arief Rosyid telah dilaporkan oleh salah satu pengurus PB HMI kepada pihak kepolisian dengan aduan penjualan aset organisasi tanpa kesepakatan bersama. Namun pada saat itu, polisi kemudian memberhentikan pengusutan kasus itu dengan mengeluarkan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3).
Kader tuding Mahfud MD & Akbar Tanjung pelopori jual markas HMI
Mahfud MD dan Akbar Tandjung menjadi biang penjualan sekret lantaran lupa akan sejarah HMI.
Rekomendasi