Rencana penobatan putra mahkota Pakualaman, KBPH Suryodilogo menjadi Paku Alam X mendapat penolakan dari kerabat Pakualaman. Mereka menilai pengangkatan putra mahkota Suryodilogo menyalahi paugeran Pura Pakualaman.Kerabat Pura Pakualaman KPH Wiroyudho mengatakan, penobatan pangeran pati yang dilakukan beberapa saat sebelum pemakaman Paku Alam IX, tidak pernah ada dalam paugeran."Pangeran pati dalam sejarah Paku Alam tidak pernah ada. Biasanya langsung Jumenengan," kata Wiroyudho saat menggelar aksi di DPRD DIY, Rabu (25/11).Wiroyudho juga menduga, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Sri Sultan HB X yang hadir dalam layatan Paku Alam IX dijebak untuk menghadiri penobatan Pangeran Pati yang disisipkan dalam rangkaian acara pemakaman Paku Alam IX.Menurutnya KPH Tjondrokusumo yang mengangkat pangeran pati juga tidak sah, sebab KPH Tjondrokusumo sudah demisioner dari jabatan Penghageng Kasentanan."Tidak boleh lagi memberikan pernyataan atau keputusan mengangkat pangeran pati yang juga tidak ada paugeran," tegasnya.Sebagai kerabat dia pun menyayangkan tindakan tidak etis. Jenazah Paku Alam IX belum dimakamkan dan masih dalam masa berkabung, namun sudah ada pengangkatan."Di saat berkabung enggak boleh ada penobatan. Tindakan nyata yang jelas, kami akan melawan. Jika ada penobatan bentrok pun kami siap," terangnya.Dia pun berharap Pemerintah Daerah dan Keraton Yogyakarta tidak ikut campur dalam masalah tersebut."Kami berharap Pemda dan keraton berdiri di tengah. Ini urusan rumah tangga kami," tegasnya.
Kerabat tolak penobatan KBPH Suryodilogo sebagai Paku Alam X
Menurutnya, prosesi penobatan melanggar hukum adat.
Rekomendasi