Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan kampanye perilaku hidup bersih sehat (PHBS) untuk pencegahan penularan penyakit. Hal itu sekaligus memberikan kesadaran dalam rangka menanggulangi penyakit tuberculosis (Tb) serta memberikan pendidikan HIV/AIDS. Kegiatan tersebut digelar di kecamatan Setu yang dihadiri masyarakat dari kelurahan Kranggan, Kademangan, Muncul, Setu, Babakan dan Bakti Jaya.Digelarnya penyuluhan PHBS ini merupakan strategi utama pembangunan kesehatan. Dengan melibatkan dan menggerakkan serta memberdayakan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.Indikator PHBS tatanan rumah tangga adalah suatu alat ukur atau merupakan suatu petunjuk yang membatasi fokus perhatian untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di rumah tangga. Indikator PHBS tatanan rumah tangga diarahkan pada aspek program prioritas yaitu KIA, Gizi, kesehatan lingkungan, haya hidup dan upaya kesehatan masyarakat.Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan langkah ampuh untuk menangkal penyakit. Terutama bagi mereka yang tidak terbiasa. Dalam hal ini, pendidikan dari keluarga sangat dibutuhkan.Saat ini reformasi di bidang kesehatan perlu dilakukan. Mengingat lima fenomena yang berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan. Pertama, perubahan pada dinamika kependudukan. Kedua, Temuan-temuan ilmu dan teknologi kedokteran. Ketiga, tantangan global sebagai akibat dari kebijakan perdagangan bebas, revolusi informasi, telekomunikasi dan transportasi. Keempat, perubahan lingkungan. Kelima, demokratisasi.Perubahan pemahaman konsep akan sehat dan sakit serta semakin maju IPTEK dengan informasi tentang determinan penyebab penyakit telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.Paradigma pembangunan kesehatan yang baru yaitu Paradigma Sehat. Ini merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan masyarakat yang bersifat proaktif. Paradigma sehat sebagai model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mandiri dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.Lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, permukiman yang sehat dan perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan. Perilaku masyarakat diharapkan adalah bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.Sementara, PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan hidup bersih dan sehat, serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.Dalam penyuluhan tersebut juga Dinas Kesehatan menyasar ke masyarakat yang mempunyai penyakit Tb. Agar dapat sedini mungkin dapat tertangani dengan cepat. Nantinya, dilakukan Pengobatan secara Cepat dan Tepat.Kemudian, juga Dinas Kesehatan memberikan Informasi tentang bahaya dan cara pencegahan penyakit HIV/AIDS. Agar tidak ada Diskriminasi terhadap pengidap penyakit HIV/AIDS dan Proteksi bagi masyarakat yang rawan serta berisiko tinggi terhadap penyakit tersebut. (ADV)
Perilaku bersih dikampanyekan Dinas Kesehatan Kota Tangsel
Kegiatan tersebut digelar di kecamatan Setu yang dihadiri masyarakat dari kelurahan Kranggan, Kademangan, Muncul, Setu.
Halaman Berikutnya
Tito Karnavian Sepakati Langkah Percepatan Pemulihan Pascabencana di Bener Meriah
Rekomendasi