Kongres HMI desak pemerintah tindak perusahaan pembakar hutan

Kongres baru akan dilanjut sore ini.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Kongres HMI desak pemerintah tindak perusahaan pembakar hutan
Kongres HMI ke-29. ©2015 Merdeka.com

Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 yang digelar di Pekanbaru, Riau, mengundang perhatian masyarakat Indonesia. Kongres yang sebenarnya dimulai pada tanggal 22 November 2015 kini ditunda selama tiga hari lantaran terjadi kerusuhan. Kongres baru saja dilanjutkan pada sore hari ini di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pekanbaru, Selasa (24/11).Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI Arief Rosyid mengatakan kelanjutan kongres sore ini sebagai itikad baik dari HMI untuk bersinergi dengan masyarakat Riau, sekaligus membuktikan bahwa HMI bukan perusuh dan pengganggu masyarakat umum."Salah satu pembahasan penting dari agenda kongres sebentar yaitu mendorong pemerintah untuk menindak tegas perusahaan pembakar hutan," ujar pria lulusan Fakultas Kedokteran Gigi UNHAS ini di Pekanbaru.Arief berharap kongres ini dapat menjadi penegasan HMI sebagai organisasi berbudaya dan berbasis intelektual. Selain itu, kongres ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari Pemuda Riau melalui kesepakatan bersama dengan panitia lokal.David, selaku perwakilan panitia lokal di kongres HMI ke-29 ini mengatakan siap mengawal kegiatan ini dan sebagai bukti bahwa kongres ini mendapat dukungan dari masyarakat Riau."Kami hadir untuk membantu jika ada permasalahan yang terjadi di lapangan, juga mencegah bentrok terjadi kembali," ujarnya.Sementara Fat Riyanto selaku ketua panitia yang turut hadir dalam kesepakatan tersebut mengatakan telah mengadakan pembenahan di tubuh kepanitiaan, dan berjanji akan melanjutkan agenda kongres dengan tertib dan aman. Sepanjang hari ini, lokasi kongres kondusif tanpa adanya bentrok dan aksi pengerusakan fasilitas.

Rekomendasi