Cerita memilukan datang dari Sekolah Dasar Negeri 2 Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sejak beberapa tahun terakhir, siswa sekolah tersebut was-was karena gedung sekolah mereka terancam roboh.Bangunan sekolah yang dibangun tahun 1982 tersebut kini sudah mulai rapuh, tembok sekolah yang terbuat dari campuran semen merah dan gamping retak-retak bahkan di beberapa bagian sudah jebol. Tak hanya itu, atap sekolah harus disanggah batang bambu agar tidak ambrol.Guru SD 2 Petahunan, Kusdiyanto mengatakan saat ini kondisi tempatnya mengajar sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi jika musim hujan.
"Kalau hujan kami khawatir, karena membahayakan siswa yang ada di dalamnya. Sementara ini, siswa kelas satu dan kelas dua harus belajar bergantian," ujarnya.Bangunan sekolah tersebut, lanjut Kudiyanto, pada awalnya dibangun swadaya oleh masyarakat sekitar di tahun 1982. Kemudian sekitar tahun 2003, sekolah tersebut mendapat hibah dari pemerintah Belanda untuk memasang keramik, kusen dan balok kuda-kuda atap sekolah serta penggantian atap. "Dulu di tahun 2003, sekolah ini pernah dapat bantuan hibah dari pemerintah Belanda, tapi cuma rehab biasa, belum rehab total. Sehingga fisik bangunan tidak pernah berubah sejak pendirian sampai sekarang, paling hanya ditempel pakai semen lalu kusen diganti," jelasnya.
Seorang siswi kelas VI, Rohani berharap sekolah mereka bisa segera diperbaiki, agar para bisa belajar dengan tenang. Apalagi, sekolah tersebut meraih banyak prestasi bagus yang diraih siswa di sekolah tersebut. "Selama ini, kami takut kalau atapnya roboh, jadi tidak konsentrasi kalau lagi belajar. Apalagi saat ini tidak pindah belajarnya, tetap disitu. Kami berharap cepat diperbaiki," katanya.
Advertisement