Setelah menangkap sejumlah pelaku 'mama minta pulsa', Polda Metro Jaya terus melakukan pengembangan terhadap kasus penipuan tersebut. Hingga saat ini, petugas telah menangkap 14 tersangka termasuk pelaku utamanya."Pengembangannya pelakunya ada di mana-mana, sampai ke Jawa Barat, Cianjur, Lembang," ungkap Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti di Polda Metro Jaya, Sabtu (7/11).Selain menipu dengan mengirimkan SMS 'mama minta pulsa' dan undian berhadiah, komplotan Effendi alias Lekkeng juga memakai sabu saat menjalankan aksinya. Penggunaan narkoba ini dilakukan agar mereka bisa terus beroperasi dengan mencari target-target baru selama 24 jam."Biar kuat melek 24 jam mereka pakai Sabu juga," ungkapnya.Nomor yang didapat pelaku, kata Krishna, nomor HP yang diacak. Dari satu nomor HP diedit dari empat angka di belakang."Nomornya diacak, empat angka dari belakang nomor diedit," katanya.Krishna mengatakan, kebanyakan korban yang tertipu dari kalangan menengah ke bawah. Ini karena penggunaan HP sudah menyebar ke berbagai kalangan. Dia berharap, agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai macam modus SMS penipuan."Kepada masyarakat jangan tertipu dengan SMS-SMS seperti ini seperti minta pulsa, undian berhadiah, ada yang mengaku anaknya sakit, mengaku saudara, trus pas proses serah terima jabatan ada yang mengaku pihak-pihak tertentu hampir bisa dipastikan 99 persen itu adalah penipuan," pungkasnya.
Setiap cari korban, bos 'mama minta pulsa' selalu pakai sabu
Para korbannya selalu berasal dari kalangan menengah ke bawah.
Rekomendasi