Lebih dari lima tahun Dudung Syafudin (41) harus masuk ke dalam gorong-gorong selokan yang ada di Jalan Raden Sanim RT 1/RW 10, Curug Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat. Meski Dudung bukanlah pekerja kebersihan, tetapi hampir saban hari dia mengangkut sampah dari parit.Jika sampah sudah kering, baru Dudung membawanya pulang ke rumah buat dibakar. Namun kalau sampah masih basah, Dudung hanya membiarkan di pinggir jalan.Hanya itu yang bisa Dudung lakukan supaya aliran air tetap lancar. Pernah sekali waktu dia tidak sempat mengangkat sampah, alhasil air meluap ke jalan raya. Bahkan rumahnya pun ikut tergenang. Sampai-sampai anak dan istrinya harus menghirup aroma bau busuk air selokan. Dudung terpaksa mengangkat sampah selokan karena tidak ada yang peduli."Ya cuma saya saja dan anak atau istri. Ini tangan saya sampai luka kemarin habis bersihin ke dalam (selokan)," kata Dudung sambil menunjukkan tangannya yang penuh luka baret, Kamis (5/11).Pada Selasa lalu, rumahnya yang sekaligus bengkel las tergenang air pasca hujan deras. Air tidak dapat mengalir karena salurannya terhambat sampah. Terlebih kondisi selokan mengalami penyempitan dan pendangkalan. Hingga hari ini dirinya belum bisa menjalankan usaha lasnya, karena kondisi rumahnya yang merupakan tanah merah masih dalam kondisi basah."Belum bisa ngelas. Kalau masih kaya gini mah ya saya belum bisa ngapa-ngapain," ucap Dudung dengan dialek Sunda.Selokan atau drainase di sepanjang jalan itu memang kecil, tetapi jika warga tidak membuang sampah ke saluran air, maka alirannya tidak akan terhambat. Sampah dari selokan ini bersumber dari Kali Kawin, berlokasi di Perumnas Depok 1, Pancoran Mas. Ketika air deras, otomatis sampah terbawa karena alirannya melalui saluran air di Jalan Raden Sanim, Beji. Hingga saat ini tumpukan sampah hanya dibiarkan begitu saja di pinggir jalan, karena Dudung tidak tahu harus dibuang ke mana."Sudah sebulan di pinggir jalan. Waktu itu katanya ada yang mau angkut tapi sampai sekarang masih aja begitu," ucap Dudung.
Ikhtiar Dudung, tukang las yang sukarela bersihkan selokan di Depok
Dudung rela membersihkan selokan karena banyak yang buang sampah sembarangan di parit.
Rekomendasi