Warga mengeluh dokter dan perawat jarang datang ke rumah singgah

"Sampai sekarang belum juga diobati, sudah empat hari di sini. Anak saya kena infeksi paru-paru," ungkap Asmawati.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Warga mengeluh dokter dan perawat jarang datang ke rumah singgah
pelayanan rumah singgah tak maksimal. ©2015 merdeka.com/irwanto

Warga mengeluhkan pelayanan di rumah singgah atau rumah evakuasi balita kabut asap di Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Sebab, tim dokter dan perawat jarang datang ke lokasi untuk memeriksa pasien.Asmawati (35), salah seorang orangtua pasien, mengaku kecewa dengan pelayanan tersebut. Dijelaskannya, dia dan anaknya, Hazira Rizkia (10 bulan), sudah empat hari menginap di rumah itu atau sejak kunjungan Presiden Joko Widodo, Jumat (30/10) lalu. Namun belum juga mendapatkan perawatan sedikit pun."Sampai sekarang belum juga diobati, sudah empat hari di sini. Anak saya kena infeksi paru-paru," ungkap Asmawati, Senin (2/11).Saat ini, kata dia, Asmawati dan putrinya hanya menjalani rawat inap di ruang isolasi rumah tersebut. "Sekarang cuma dirawat di sini (ruang isolasi)," kata dia.Sementara warga sekitar berinisial L (50) menyebut, pelayanan rumah singgah itu terkesan tebang pilih. Sebab, mayoritas pasien yang dilayani bukan berasal dari RT setempat, tetapi warga lain.Terakhir, anaknya mendapatkan giliran pada Minggu (1/11). Namun, perawatan tak cukup optimal karena hanya ditanya-tanya dan langsung diberikan obat."Kemarin anak saya dapat giliran. Tapi tidak dicek apa-apa, cuma ditanya, habis itu dikasih obat, dua botol sirup," ujarnya.Koordinator rumah evakuasi balita 5 Ulu Palembang, Afex Indawan membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, hal itu lantaran dua orang dokter dan satu perawat yang menjadi relawan jarang datang."Ya memang begitu. Dokter dan perawat kita jarang datang, tidak tiap hari ke sini. Walaupun datang cuma sebentar. Pasien kita sekarang sudah 200 lebih, membeludak," kata dia.Pantauan merdeka.com, di rumah tersebut terpasang pengumuman di pintu utama dengan kalimat "Hari ini tidak ada dokter untuk balita." Uniknya, ada salah tulis tanggal waktu pemeriksaan lanjutan. Di pengumuman itu tertulis,
Selasa 2 September 2015 pukul 09.00 WIB."Maaf mas, salah tulis. Maklum lagi pusing," ujar seorang pengurus sambil mencopot pengumuman tersebut.

Rekomendasi