Mudahnya mengakses situs-situs radikal bisa membuat orang awam lihai merakit senjata, termasuk bom. Dalam situs itu biasanya tersajikan bagaimana cara perakitan senjata yang kemudian bisa dipelajari dengan mudah oleh seorang. Untuk itu pemerintah diminta untuk memblokir situs berbau radikal. "Kalau pemerintah bisa memblokir situs porno, mengapa tidak dilakukan juga terhadap situs berbau radikal," kata Dosen Viktimologi, HAM dan Pengamat Terorisme Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Heru Susetyo, Sabtu (31/10).Dia meyakini, pelaku tidak belajar dari situs dalam negeri. Melainkan diadopsi dari situs luar negeri. "Situs seperti ini banyak di luar negeri," jelasnya.Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan dengan peristiwa pengeboman di Mal Alam Sutera, Serpong. Pelakunya mengaku belajar merakit bom dari internet.Pelaku bom di Mal Alam Sutera adalah pelaku tunggal. Pelakunya tidak dikendalikan secara struktur. "Nonewolf ini (pelaku tunggal) mempelajari dari situs dan itu sangat gampang, kemudian mereka cenderung merakit sendiri. Mereka kerja sendiri," ucap Heru.
Kalau pemerintah bisa blokir situs porno, kenapa radikal tidak?
Dalam situs itu biasanya tersajikan bagaimana cara perakitan senjata atau bom.
Advertisement
Rekomendasi