Serangan balik RJ Lino digempur Rizal Ramli soal Pelindo

RJ Lino balik menuduh Rizal Ramli yang tidak berkata jujur dalam rapat dengan Pansus.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Serangan balik RJ Lino digempur Rizal Ramli soal Pelindo
Dirut Pelindo II RJ Lino. ©Courtesy by Youtube

Pansus Pelindo II DPR telah memanggil sejumlah orang untuk dimintai keterangan soal dugaan korupsi di PT Pelindo II. Salah satunya adalah Menko Kemaritiman, Rizal Ramli yang hadir pada Kamis (29/10).Rizal pun menggelontorkan sejumlah pernyataan keras terkait RJ Lino. Dari mulai menuding RJ Lino melakukan kebohongan publik, mempunyai beking politikus kuat, hingga menjadi biang kerok tidak dihidupkannya jalur kereta di Pelabuhan Tanjung Priok.Tak terima atas tudingan-tudingan Rizal Ramli, RJ Lino pun angkat bicara. RJ Lino malah balik menuduh Rizal Ramli yang tidak berkata jujur dalam rapat dengan Pansus."Jangan bilang saya dendam sama Pak RR, saya hanya mau komen apa yang beliau sampaikan kemarin di Pansus Pelindo," ujar Lino di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (30/10).Untuk mematahkan seluruh tuduhan Rizal Ramli pada dirinya, RJ Lino sampai membawa ajaran agama yang dianutnya."Saya ini seorang mualaf, Islam itu agama yg sangat indah, agama yang mengajarkan kedamaian, agama yang mengajarkan kasih sayang, agama yang mengajarkan orang untuk berkata benar," tuturnya.

RJ Lino juga mempertanyakan apakah Rizal Ramli disumpah saat memberi keterangan di DPR. "Kemarin Pak Rizal disumpah enggak di DPR? Untuk saya, sumpah itu artinya kita harus mengatakan sesuatu yang 100 persen kita yakin bahwa itu benar, dan kita tahu 100 persen, kalau 90 persen saja kita masih tidak mengatakan yang benar," ungkapnya.Tak cukup sampai di situ, RJ Lino bahkan menilai Rizal Ramli tak paham secara mendalam mengenai pelabuhan. Karenanya, dia meminta Rizal Ramli sekolah lagi untuk mengetahui lebih dalam soal pelabuhan."Pak Rizal itu orang makro, jadi jangan kalau bicara detil itu tanya saya. Itu (tudingan) bicara sangat teknis. Kalau bicara soal bongkar rel, bongkar lain enggak ngerti. Sekolahnya harus lima tahun lagi. Baru bisa," ujar Lino.Dia mengaku iba pada Rizal Ramli karena tak mendapat penjelasan dari orang-orang di belakangnya soal kondisi pelabuhan. Menurutnya, Rizal Ramli sempat mengirimkan dua permintaan untuk membenahi pelabuhan. Permintaan pertama, penerapan sistem 'first come first serve' dan pengenaan denda pelabuhan."Sistem itu tidak bisa diterapkan. Kapal penumpang itu datang enggak boleh nunggu. Harus masuk duluan. Kapal Bulog makanan harus duluan. Kapal lain harus mengalah. Jadi saya bilang tidak bisa melaksanakan first come first service, karena itu tidak bisa di Priok. Karena itu bukan hal yang lazim di Pelabuhan," kilahnya."Kemudian di Priok itu ada enam terminal kontainer internasional dan ada enam terminal domestik. Terminal-terminal ini punya klien sendiri-sendiri. Tidak bisa kliennya disitu dipindahkan ke tempat lain," tambah Lino.

Sementara terkait tudingan Rizal Ramli soal dirinya menjadi biang kerok tidak dihidupkannya jalur kereta di Pelabuhan Tanjung Priok, Lino menyatakan jika pembangunan kereta pelabuhan masih terkendala pembebasan lahan."Dari 30 tahun lalu itu lahan untuk kereta api sudah kita sediakan. Tapi kenapa kereta api enggak masuk-masuk?" katanya.Menurutnya, proyek kereta pelabuhan ini telah diambil alih oleh PT Kereta Api Indonesia dari Kementerian Perhubungan. Namun, KAI masih terkendala pembebasan lahan untuk ruas Stasiun Pasoso hingga Tanjung Priok.Dari total lahan yang harus dibebaskan seluas 6.151 di Kelurahan Koja, Jakarta Utara, baru 4.554 meter persegi lahan atau 27 kepala keluarga yang telah dibebaskan. Sisanya 1.597 meter persegi atau 9 kepala keluarga belum dibebaskan."Jadi bukan saya yang menghalangi adanya kereta api di Pelabuhan," katanya.

Rekomendasi