Musim kemarau yang berkepanjangan membuat tinggi muka air waduk Ir. H. Juanda, Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat terus mengalami penyusutan. Saat ini, ketinggian air berada di titik 88,29 atau satu meter di bawah titik terendah muka air 87,5 meter.Menurut Kepala Divisi Pengelolaan air 1V Waduk Jatiluhur, Mario Mora Dolay, terus menurunnya debit air di Waduk Juanda Jatiluhur mulai berdampak pada penurunan produksi listrik untuk memasok kebutuhan Jawa I bali. Dari enam turbin yang ada, kini hanya tiga turbin yang difungsikan, dengan menghasilkan 64 megawatt listrik, dari normalnya sebesar 187 megawatt."Saat ini dari 6 turbin pembangkit hanya 3 turbin yang difungsikan, sehingga produksi listrik menurun dari 187 menjadi 64 megawatt," kata Mario, Kamis (29/10).Ancaman lain dari turunnya tinggi muka air di Waduk Jatiluhur, yaitu krisis air bersih untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Serta berkurangnya pasokan air untuk areal pertanian di beberapa Kabupaten, seperti Karawang, Bekasi, Indramayu dan Cirebon."Menurunnya debit air di waduk Jatiluhur juga akan mengancam ketersediaan kebutuhan air bersih untuk wilayah Jakarta, dan berkurangnya pasokan air untuk pertanian," ujar Mario.Terus menurunya tinggi muka air waduk Juanda Jatiluhur disebabkan kemarau panjang, sehingga sumber air ke waduk berkurang. Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya suplai air dari dua waduk di hulu, yaitu Waduk Saguling dan Cirata.Saat ini, waduk Juanda Jatiluhur sudah masuk dalan kategori pola kering, dengan sistem operasi menggunakan air cadangan."Ketersediaan air semakin berkurang, seiring tidak adanya suplai air dari waduk Cirata dan Saguling, dan saat ini sudah masuk ke kategori pola kering," jelas Mario.Jika penyusutan air terus terjadi, Pihak Perum Jasa Tirta II, sebagai pengelola Waduk Jatiluhur akan meningkatkan monitoring debit dan pengeluaran air secara intensif, jika biasanya monitoring dilakukan dalam 1 jam, maka saat ini lebih diintensifkan yaitu dalam waktu 30 menit. Bahkan jika semakin parah maka tidak menutup kemungkinan dilakukan kembali pengurangan pengoperasian turbin."Kalau penyusutan terus terjadi, maka kita akan meningkatkan monitoring debit air, bahkan tidak menutup kemungkinan dilakukan pengurangan pengoperasian turbin," pungkas Mario.
Air waduk Jatiluhur menyusut, pasokan listrik Jawa-Bali terancam
Selain listrik, pasokan air bersih ke Jakarta juga terganggu.
Rekomendasi