Kapolda Tito bandingkan bom buatan Wisnu dengan bom Bali

Meski high explosive, ledakan yang terjadi kecil karena jumlah bahan peledak yang dipakai sedikit.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Kapolda Tito bandingkan bom buatan Wisnu dengan bom Bali
Pelaku bom Mal Alam Sutera. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Leopard Wisnu Kumara (29) merupakan pelaku tunggal pengebom Mall @Alam Sutra. Dari pemeriksaan, diketahui Wisnu memakai bahan baku bom dengan berdaya ledak tinggi, yakni Triaceton Triperoxide (TATP).Hal tersebut dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian setelah tim berhasil meringkus pelaku dan membongkar kediaman pelaku di Banten Indah Permai, Serang."Bahan bakunya ini mudah dibuat tapi sangat sensitif dan tidak stabil dan termasuk dalam kategori high explosive," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian, di Mail Hall Polda Metro Jaya, Kamis (29/10).TATP tersebut, kata Tito, memiliki kecepatan sekitar 5.400 meter per detik. Kategorinya, lanjut Tito, berdaya ledak tinggi berdasarkan kecepatan senyawa tersebut membakar."Jadi ada ukuran di bawah 1.000 meter per detik atau 3.000 meter per detik daya bakarnya berubah jadi gas dan menimbulkan getaran (shockwave), kalau di bawah itu disebut low explosive," kata Tito.Kendati demikian, jika bahan baku low explosive tersebut digunakan dalam jumlah besar, maka dapat menimbulkan dampak besar pula. Beberapa di antaranya kasus bom di Bali, JW Marriot, dan Ritz Carlton yang menggunakan black powder berdaya ledak rendah."Kalau high explosive jika digunakan dalam jumlah kecil, 10 atau 15 gram, sebenarnya masuk high explosive, tapi karena kuantitas kecil akhirnya daya rusak rendah," kata Tito.Diketahui, Leopard ditangkap di Mal Alam Sutera, Rabu (28/10), setelah peristiwa meledaknya bom di area kantin mal. Dan tersangka masih memiliki satu bom lagi di rumahnya Banten Indah Permai, Serang, namun hal tersebut berhasil dijinakkan oleh Gegana Polda Metro Jaya.

Rekomendasi