Cerita perwira TNI tersangkut kasus wanita dan bikin heboh

Kasus ini makin heboh ketika publik mengetahui bahwa Zulfikar merupakan anak Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Cerita perwira TNI tersangkut kasus wanita dan bikin heboh
Riana Rara dan Zulfikar Rakita Dewa. ©instagram.com/rianararakalsum

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat sipil dalam bersikap. Namun, tidak sedikit di antara mereka justru tersandung kasus dengan wanita.Sosok ksatria anggota TNI memang mudah membuat wanita jadi tergila-gila. Apalagi bila pangkat di pundak sudah perwira. Bila tidak pintar bersikap, justru ini menjadi awal mereka akan tersandung masalah.Seperti dialami Lettu Inf Zulfikar Rakita Dewa, sekaligus Danton Bantuan Kompi B, Kesatuan Yonif Linud 328/17/1 Kostrad. Dia dilaporkan janda berumur 40 tahun, bernama Riana Rara Kalsum ke Polisi Militer terkait dugaan kasus asusila pada awal tahun ini.Kasus ini makin heboh ketika publik mengetahui bahwa Zulfikar merupakan anak Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. Pelapor juga mengaku hamil dari tindakan asusila Zulfikar.Riana mengaku tindakan asusila Zulfikar dilakukan saat keduanya pelesir ke luar negeri. Pelbagai foto kemesraan keduanya pun dipamerkan guna memperkuat kedekatan mereka.

Janda 40 tahun ini menceritakan bagaimana mulanya dia bisa bertemu Zulfikar. Menurutnya, mereka berkenalan melalui jejaring sosial Path. Saat itu, katanya, Zulfikar merayu Riana dan mereka berlibur berdua pada bulan Agustus 2014 ke Eropa."Saya kenal di Path awal Juni 2014, Fikar yang invite. Dia ngajak kenalan, rayu, pendekatan. Dia terus merayu saya, tanya hobi saya apa. Saya memang Juli mau ke Eropa, terus dia rayu saya untuk pergi di bulan Agustus. Saya nggak mau karena sudah booking hotel dan pesawat, tapi sebulan dirayu terus. Dia minta di-booking-in hotel sama saya, dan booking pesawat. Lalu saya jalan awal Agustus," ungkap Riana dalam jumpa pers, Januari lalu.Laporan Riana ini berawal dari perubahan sikap Zulfikar kepada dirinya usai keduanya liburan dari Eropa. Sehingga membuat dirinya merasa dikecewakan. Bahkan dirinya mengaku banyak mendapat teror akibat laporan tersebut.Zulfikar akhirnya buka suara terkait tudingan Riana. Sayangnya saat memberikan konfirmasi, dia cenderung tertutup dalam menyampaikannya. Padahal, saat itu para awak media berulang kali meminta penjelasan mengenai tuduhan pelecehan yang dialamatkan kepadanya.Zulfikar juga enggan menjelaskan dan mengklarifikasi cerita cintanya dengan Riana. "Tidak ada artinya saya menceritakan saat ini, ada tempatnya yang berwenang yaitu proses hukum. Biar hukum yang menjelaskan. Saya jelas kenal dengan Riana, tapi ini masalah keadilan kita tunggu saja penyidikannya," ujar Zulfikar.

Meski begitu, Zulfikar menantang balik tes DNA untuk membuktikan anak dalam kandungan Riana. "Kita tunggu saja waktu kelahirannya, dan nanti saat kelahiran yang katanya melaporkan hamil kita coba tes DNA," tegasnya.Kasus TNI dan wanita tidak hanya ini. Awal pekan ini, publik kembali dihebohkan berita anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Arzetti Bilbina digerebek bersama Dandim Sidoarjo Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya di Hotel Arjuna, Lawang, Malang, Jawa Timur. Belum ada jawaban pasti ihwal pertemuan mereka.Pihak TNI membenarkan bahwa keduanya memang didapati sedang di hotel. Usai penggerebekan, keduanya bahkan sempat dibawa ke Markas Denpom Divif 2 Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut"Peristiwa benar, ada peristiwa itu, tetapi penjelasannya sementara (pertemuan) dalam rangka kedinasan. Sekarang sedang diproses dari pengakuan yang bersangkutan," kata Kadispenad TNI Brigjen MS Fadhilah saat dikonfirmasi, Senin (26/10) lalu.Anehnya penggerebekan itu justru dibantah Arzetti. Anggota Komisi VIII DPR mengaku tidak terlibat dalam masalah ini.

"Ini aku lagi sama suami. Alhamdulillah, kami berdua baik-baik saja. (iya) gaklah (tidak benar) itu," kata Arzetti saat dikonfirmasi.Atas kasus ini, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak segan memberi sanksi pemecatan bila terbukti anak buahnya melakukan perzinahan. Maka itu, pihaknya menunggu informasi kasus ini dari Danpom Brawijaya Malang."Kita enggak bisa menghukum orang dari katanya saja, harus penyelidikan dan penyidikan tapi ada aturan di militer, ada TNI berbuat zina dengan anggota militer akan dipecat," kata Jenderal Gatot Nurmantyo.Sementara itu, Rizeki sampai saat ini belum mengklarifikasi langsung terkait penggerebekan dirinya dengan Arzetti. Informasi terakhir, dirinya dikabarkan sudah dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan.

Rekomendasi