Keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) Siti Inayatus Sholehah warga Desa Korowelang Anyar, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meminta anaknya segera dipulangkan ke tanah air. Siti yang merupakan anak tunggal ini baru empat bulan bekerja dan pernah mengirim pesan ke keluarganya, bahwa majikannya kerap memarahi dan memukul.Keluarga yang mendatangi Dinas Tenaga Kerja Kendal, Kamis (22/10) siang mengaku mendapat kabar kekerasan terhadap anaknya lewat tetangga. Pihak penyalur tenaga kerja sudah mendatangi dan mengabarkan kasus kekerasan ini.Ayah Siti, Sueb mengaku ingin anaknya dipulangkan. "Bekerja baru empat bulan dan tahu kabar disiksa di Taiwan oleh majikannya dari tetangga dan pihak perusahaan pengerah tenaga kerja," katanya.Sementara ibu Siti, Mujayanah tidak tega melihat video kekerasan yang dialami anaknya. "Saya tidak tega mas, pokoknya saya meminta untuk dipulangkan saja," ujarnya.Sementara Fitriani kepala cabang PT Dewi Pengayom Bangsa Kendal mengatakan, kondisi Siti kini dalam pengawasan dinas tenaga kerja Taiwan. "Yang pasti kondisi Siti sudah sehat dan keluar dari rumah majikannya tersebut," katanya.Kasus kekerasan dan penganiayaan ini sudah ditangani kepolisian setempat dan masih dalam penyidikan. PJKI yang memberangkatkan Siti terus memantau perkembangan kasus ini melalui agensi di Taiwan dan segera mungkin memproses apakah pindah lokasi kerja atau dipulangkan ke Indonesia."Hingga kini kita belum bisa menentukan apakah yang bersangkutan akan pindah tempat kerja atau dipulangkan. Karena jika sudah ditangani oleh pemerintah setempat kita tidak bisa melakukan intervensi, kita tunggu saja," jelasnya.Sebelumnya, sebuah video berisi adegan penganiayaan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kendal, Jawa Tengah marak beredar di jejaring sosial dan situs youtube. TKW yang kemudian diketahui bernama Siti Inayatus Sholehah (21) warga Desa Korowelang Anyar RT 02 RW 03, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini, langsung mendapat perhatian dari sejumlah netizen.Korban yang bekerja sebagai pahlawan devisa di Taiwan ini merekam penganiayaan yang dialami dan kemudian menyebarkannya di youtube dan media jejaring sosial.
Orangtua TKW asal Kendal mau pulang ketimbang dianiaya majikan
Orangtua korban tidak tega melihat video kekerasan yang dialami anaknya.
Rekomendasi