Kerap dianiaya, bikin TKW asal Kendal berani rekam perbuatan majikan

Siti sengaja merekam menggunakan telepon genggamnya yang diletakkan di lemari dapur, sebelum dianiaya majikannya.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Kerap dianiaya, bikin TKW asal Kendal berani rekam perbuatan majikan
TKW Kendal dianiaya majikan. ©youtube.com

Siti Inayatus Sholehah, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Korowelang Anyar, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang dianiaya majikannya di Taiwan lebih dari sekali merekam aksi kejam majikannya itu. Siti memang sengaja merekam menggunakan telepon genggamnya yang diletakkan di lemari dapur, sesaat sebelum majikannya memaki dan memukulnya."Selama dua minggu Siti mengaku dianiaya majikannya dan sengaja merekam untuk bukti ke perusahaan tenaga kerja bahwa memang cerita yang disampaikan tidak dibuat-buat," kata Kabid Transmigrasi, Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kendal Supardi, Kamis (22/10).Supardi mengatakan, video pertama yang diunggah ke situs youtube menggambarkan Siti yang mengenakan kaos hitam dimaki-maki majikannya di dapur. Tidak hanya memaki dan memarahi Siti, dalam video juga terlihat majikannya memukul dan menarik baju pembantunya.Sedangkan video kedua juga terlihat, kata Supardi, Siti yang mengenakan kaos berwarna merah dimarahi majikan yang sama di dapur. "Majikan perempuannya nampak memukul dada dan wajah siti beberapa kali," imbuhnya.Video pertama tersebar setelah Siti mengirimkan video ke temannya dan kemudian diunggah ke jejaring sosial dan youtube. Sedangkan video kedua dikirimkan ke keluarga dan perusahaan PJTKI dan belum sempat diunggah ke media sosial.Sebelumnya, sebuah video berisi adegan penganiayaan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kendal, Jawa Tengah marak beredar di jejaring sosial dan situs youtube. TKW yang kemudian diketahui bernama Siti Inayatus Sholehah (21) warga Desa Korowelang Anyar RT 02 RW 03, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini, langsung mendapat perhatian dari sejumlah netizen.Korban yang bekerja sebagai pahlawan devisa di Taiwan ini merekam penganiayaan yang dialami dan kemudian menyebarkannya di youtube dan media jejaring sosial.

Rekomendasi