Suporter Persija, Jakmania kerap dianggap melakukan tindakan anarkis saat menonton pertandingan sepakbola, baik di dalam arena stadion maupun di luar lapangan. Apalagi saat final piala presiden di Gelora Bung Karno (GBK), ada sekelompok anak muda yang diduga adalah Jakmania melakukan sweeping terhadap para bobotoh yang belakangan jadi musuh bebuyutan mereka.Namun, anggapan itu ditepis oleh salah satu anggota Jakmania yakni Salim (24), dia menganggap hal itu bukan bagian dari anggota Jakmania melainkan Jali alias Jak liar (ilegal)."Kalau anggota Jakmania resmi itu solidaritasnya sangat bagus, cuma kalau yang dibilang anggota The Jak itu ya yang punya kartu anggota Jakmania. Nah kalau yang suka anarkis itu namanya Jali (Jak liar)," kata Salim saat diwawancarai merdeka.com di Jakarta, Rabu (21/10).Dia juga angkat bicara terhadap pesan berantai seruan menyerang bobotoh di jalan raya saat menuju Stadion GBK yang sempat memprovokasi anggota Jakmania. Baginya adanya teknologi canggih sekarang semisal BBM atau media sosial membuat pesan cepat tersebar."Ya kan sekarang alat udah canggih, jadi bisa lewat media juga komunikasinya, jangan gampang diadu domba. Ya mungkin awalnya karena saling ejek aja kali," ucap Salim.Pria asli kelahiran Jakarta ini mengingatkan masyarakat jangan menilai seluruhnya anggota Jakmania itu anarkis. Karena anggota Jakmania resmi tidak akan melakukan tindakan yang memalukan organisasi dan taat pada instruksi ketua umum Jakmania."Mungkin itu yang dibilang Jali dan yang nggak punya Kartu Tanda Anggota (KTA) Jakmania, mereka anarkis enggak ada perintah yang jelas bertindak sesukanya," tegasnya.Salim mengaku sejak kecil sudah fanatik dengan kesebelasan oranye tersebut dan pada saat remaja dia memutuskan bergabung menjadi anggota resmi the Jakmania."Dari saya sekolah dasar (SD) sudah suka Persija, apalagi saya tinggal di Jakarta, i love Jakarta and i love persija," pungkasnya.
Jali alias Jakmania liar, suporter Persija yang suka bikin rusuh
Anggota Jakmania resmi tidak akan melakukan tindakan yang memalukan organisasi dan taat pada instruksi ketum Jakmania.
Advertisement
Rekomendasi