Rp 500 miliar lebih uang negara sudah habis ditelan kabut asap

Bila kebakaran terus terjadi saban tahun, bayangkan ongkos mesti dikeluarkan buat pemadaman dan hal lainnya.

Aryo Putranto Saptohutomo
Rp 500 miliar lebih uang negara sudah habis ditelan kabut asap
Pemadaman kebakaran hutan Riau. ©2015 AFP PHOTO/ADEK BERRY

Pada 7 September lalu, Presiden Joko Widodo melantik Willem Rampangilei menjadi kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dia menggantikan Kepala BNPB sebelumnya, Syamsul Maarif.Pergantian itu dilakukan saat kabut asap di Sumatera dan Kalimantan sedang 'lucu-lucunya.' Maka dari itu kuat dugaan Syamsul dicopot lantaran tak mampu mengatasi kabut asap, meski hal itu ditepis.Willem pun berjanji akan bekerja keras supaya kebakaran dan kabut asap segera teratasi. Apalagi, masalah ini merupakan persoalan saban tahun terjadi."Sebagaimana kita ketahui bencana asap sudah terjadi 17 tahun, kita perlu upaya untuk lebih mengefektifkan lagi pencegahan dan tanggap darurat," kata Willem usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta.Willem menyatakan menyusun langkah-langkah dan terobosan jitu, dan berjanji akan kerja maraton.Willem mengatakan, kebakaran dan kabut asap harus segera diatasi. Sebab hal ini sudah menjadi masalah nasional berdampak serius. Bukan hanya ekonomi, tetapi juga mempengaruhi kesehatan dan lain sebagainya. Willem pun yakin Indonesia bisa bebas dari kebakaran dan kabut asap. Pernyataan itu ada benarnya. Kegiatan ekonomi terhambat akibat kabut asap. Korban nyawa pun berjatuhan. Presiden Joko Widodo, kata Willem, telah mematok target supaya kabut asap segera selesai."Riau kita tetapkan dari hasil pembicaraan dengan pemda, dengan melihat ancaman yang ada dan kemampuan yang dimiliki, Riau ditetapkan 14 hari sejak Kamis lalu. Sumatera Selatan 30 hari sejak Jumat, Jambi 30 hari sejak Senin begitu juga Kalimantan," ujar Willem.


Willem juga sempat menjanjikan kabut asap di Riau akan lenyap dalam waktu 14 hari. Sementara buat wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan ditargetkan bebas asap dalam 30 hari.Duit negara digelontorkan buat menangani kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap tak sedikit. Menurut Willem, pengeluaran sudah menembus setengah triliun, bahkan bisa lebih. Sebab biaya sewa pesawat bom air milik asing dihitung dalam Dollar Amerika Serikat."Dana penanggulangan bencana kabut asap dalam dua bulan terakhir mencapai Rp500 miliar, dari enam provinsi yang mengalami bencana kabut asap pada musim kemarau 2015, Sumsel merupakan provinsi yang paling banyak menyerap dana bantuan itu," lanjut Willem.Sementara itu, Komisi IV DPR harus menyetujui tambahan anggaran buat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebesar Rp 650 miliar. Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, fulus itu dipakai buat membantu menangani kebakaran lahan dan hutan, serta kabut asap. Padahal kementeriannya sudah dijatah duit Rp 6,5 triliun buat keseluruhan program.Entah benar atau tidak, Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Riau, Intsiawati Ayus, curiga kebakaran hutan dan lahan menjadi proyek. Maksudnya kejadian itu disengaja supaya uang negara mengucur buat melakukan pemadaman. Namun di samping itu semua, rakyat hanya berharap sembari menanti kejelasan jalan keluar pemerintah, atas kondisi selalu terulang selama 17 tahun itu.

Rekomendasi