Pengakuan mantan Gigolo yang pulang pergi bawa mobil

Kini S sudah lama meninggalkan dunia gelap dan berusaha untuk melupakannya.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Pengakuan mantan Gigolo yang pulang pergi bawa mobil
Ilustrasi. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Kepolisian Sektor Cepogo Boyolali akan melakukan pengecekan dan pendataan terkait julukan Desa Gigolo di wilayah hukumnya. Kapolsek Cepogo, AKP Sunarno, saat ditemui merdeka.com sangat menyayangkan julukan tersebut."Saya malah tidak tahu, kalau ada desa kami yang dijuluki sebagai Desa Gigolo. Kami akan lihat dulu seperti apa kondisinya. Pantauan kami selama ini tidak pernah ada warga kami di Desa Bakulan dan Cabean yang berbuat aneh-aneh. Mabuk-mabukan atau narkoba sepertinya tidak pernah ada," ujar Sunarno, Selasa (13/10).Kendati demikian, dia mengimbau agar para pemuda di wilayah lereng Merapi dan Merbabu tersebut tidak berbuat yang aneh-aneh dan melanggar norma agama. Dia mengimbau agar para pemuda berkarya dan bekerja sehingga membanggakan orangtua.Meski tak menampik kabar adanya Desa Gigolo tersebut, Kanit Sabhara Polsek Cepogo, Boyolali, Aiptu Budi Sri Widodo juga meminta masyarakat atau media tidak membesar-besarkan kabar tersebut. Apalagi saat ini para pelakunya sudah tidak menekuni pekerjaan terlarang itu."Sekarang kan sudah tidak ada. Dulu memang ada beberapa. Tapi mereka dibawa ke Bandungan (Semarang). Mucikari juga tidak ada seperti yang diberitakan. Itu kan gaya hidup anak-anak muda yang rata-rata pengangguran. Mereka ingin dapat uang dengan cara pintas dan mudah," katanya."Ada beberapa pelaku, tapi sekarang mereka sudah bekerja. Ada si S yang sekarang bisnis jual beli sepeda motor. Ada si D yang sekarang bekerja di pabrik. Di Boyolali kan sekarang banyak pabrik," imbuhnya.Berdasarkan petunjuk kepolisian, merdeka.com mencoba menemui salah satu nama pelaku yang disebutkan. Namun saat ditemui, S, salah satu pelaku, warga Desa Bakulan enggan bercerita banyak."Itu kan masa lalu mas, sekarang saya sudah bekerja seperti ini. Jadi kita bicara masa depan saja," kilahnya singkat.Di rumah yang jaraknya sekitar 15 kilometer dari Kota Boyolali tersebut, S memang sangat dikenal warga."Saya enggak tahu pekerjaannya mas, kalau pergi bawa mobil, pulang juga bawa mobil," tutur warga yang enggan disebutkan namanya.Lebih lanjut Aiptu Budi Sri Widodo menegaskan, pihaknya akan terus memantau para pemuda di sejumlah desa. Sebab daerah Boyolali menjadi daerah rawan peredaran narkoba."Kami akan pantau terus, kalau misalnya kita temukan komunitas seperti itu, anda akan saya kabari secepatnya," pungkasnya.

Rekomendasi