Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor

Tradisi Pou Hari ini diiringi oleh puluhan perahu hias menuju pantai selatan Kepa.

Iqbal Nugroho
Oleh Iqbal Nugroho - Editor
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Warga menyiapkan perahu hias untuk tradisi Pou Hari saat Festival Bahari Alor 2015 di Alor Kecil, Alor, NTT, Selasa (6/10). Pou Hari (memberi makan penguasa laut) merupakan tradisi suku di Alor yang diadakan sebagai ungkapan syukur atas berkah dari laut bagi warga setempat, berupa ikan-ikan yang terdampar di pantai akibat arus dingin laut sepanjang bulan September dan Oktober. ©2015 Merdeka.com/isn
1 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Ritual Pou Hari dimulai dengan tarian penyambutan Lego-Lego oleh sekelompok perempuan dan Cakalele dari kaum pria Suku Malolong yang mengenakan kain tradisional dan pembacaan mantra di rumah adat Kamusi. ©2015 Merdeka.com/isn
2 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Suku Malolong melakukan tari Lego-lego dan Cakalele saat pembukaan ritual Pou Hari. ©2015 Merdeka.com/isn
3 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Dalam Pou Hari, Suku Malolong didampingi oleh Suku Gei Lae dan Mudiloang membawa sajian seperti kambing, ayam, pinang, dan tembakau menuju Pantai Selatan Nuha Kepa. ©2015 Merdeka.com/isn
4 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Kaum perempuan membawa sajian yang sebelumnya telah didoakan. ©2015 Merdeka.com/isn
5 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Pasar Alor Kecil yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari serta kerajinan dari warga gunung dan laut turut memeriahkan tradisi Pou Hari. ©2015 Merdeka.com/isn
6 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Seorang penjual menjajakan kain tenun ikat di Pasar Alor Kecil. ©2015 Merdeka.com/isn
7 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Warga suku menggunakan perahu menuju pantai selatan Kepa. ©2015 Merdeka.com/isn
8 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Puluhan perahu hias mengiringi jalannya Pou Hari. ©2015 Merdeka.com/isn
9 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Di Pulau Kepa warga suku memasak sesajen berupa daging ayam, kambing yang dibakar, beras, pinang, serta tembakau dan melarungkan ke laut. ©2015 Merdeka.com/isn
10 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Warga suku saat tiba di Pantai Selatan Kepa. ©2015 Merdeka.com/isn
11 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Warga suku saat tiba di Pantai Selatan Kepa. ©2015 Merdeka.com/isn
12 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Ritual penyembelihan kambing untuk sajian Pou Hari. ©2015 Merdeka.com/isn
13 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Warga suku membuat api secara tradisional. ©2015 Merdeka.com/isn
14 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Kaum perempuan bergotong-royong memasak sajian sebelum yang nanti setengahnya dilemparkan ke laut dan sisanya dinikmati bersama-sama. ©2015 Merdeka.com/isn
15 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Warga suku saat membakar kambing. ©2015 Merdeka.com/isn
16 dari 16 halaman
Menyaksikan Pou Hari, sajian penguasa laut suku pedalaman Alor
Bagian tubuh ayam dan hasil bumi menjadi syarat tradisi Pou Hari. ©2015 Merdeka.com/isn
Rekomendasi