Bukan ajar kebaikan, ustaz-ustaz ini malah cabuli santri

Ustaz berinisial SYF di Sragen tega mencabuli santrinya hingga melahirkan anak.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Bukan ajar kebaikan, ustaz-ustaz ini malah cabuli santri
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

Menjadi ustaz harusnya bisa menjadi contoh yang baik terhadap lingkungan masyarakat. Namun sangat berbeda dengan kisah ustaz berikut ini. Bukannya memberikan nilai kebaikan, ustaz ini malah mencabuli santrinya sendiri.Di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, ustaz berinisial SYF telah melakukan pencabulan terhadap NHY, salah satu santriwatinya, hingga memiliki seorang anak berusia 6 bulan.Mengetahui hal ini, warga merusak sebuah rumah dan pondok pesantren Al Fikri milik SYF. Warga mulai mencurigai adanya pencabulan oleh sang ustaz, setelah korban melahirkan bayi. Kepada pamannya, Suparman, korban mengaku diajak nikah siri oleh sang ustaz. Jika tidak mau, korban ditakut-takuti, bahwa arwah ibunya tidak akan tenang di alam sana.Karena takut, korban pun menuruti ajakan ustaz, untuk menikah siri, tanpa sepengetahuan keluarganya."Nikah siri itu hanya akal-akalan ustaz saja. Biar dia bisa leluasa mencabuli korban. Itu hanya kedok saja," ujar Suparman, ketika ditemui wartawan, Sabtu (25/4).Sementara di Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ustaz berinisial IZ diduga mencabuli belasan santrinya. Pria yang berprofesi sebagai marbot serta ustaz itu akhirnya ditangkap Kepolisian Sektor Timur, Kota Pontianak."Terbongkarnya perbuatan pelaku pencabulan terhadap anak-anak yang semua laki-laki itu, setelah orangtua korban pencabulan melaporkan kepada kami," kata Kapolsek Pontianak Timur Komisaris Polisi Alber Manurung di Pontianak, Senin (28/9).

Kemungkinan besar korbannya bisa lebih dari 15 orang, karena pelaku sejauh ini sering berpindah-pindah."Pelaku dalam memuluskan perbuatannya, berpura-pura mengajar mengaji anak-anak, setelah korbannya percaya, barulah perbuatan tidak terpuji itu dilakukan. Pelaku juga mengancam korbannya, bahkan ada yang sudah digigitnya, serta menakut-nakuti korbannya, kalau dia (pelaku) bisa membuat orangtua korban mati, kalau korbannya tidak mengikuti kemauannya," ungkap Alber.Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku perbuatan itu dilakukan terhadap 15 orang anak. Perbuatan tersebut dilakukan berulang-ulang kepada setiap korban."Kami juga akan mengecek kejiwaan pelaku, apakah memang mengidap kelainan atau lainnya, karena perbuatannya itu, pelaku terancam pidana penjara 15 tahun," ujar Alber.Orangtua korban pencabulan yang enggan disebut namanya mengatakan, anaknya yang masih duduk di kelas 5 SD telah dicabuli tersangka sebanyak tiga kali."Anak saya bilang, terakhir kali pelaku melakukan perbuatannya itu usai Idul Fitri kemarin. Setelah mendapat informasi itu, saya bersama 13 orangtua yang anak menjadi korban pencabulan, langsung melaporkan pelaku ke Polsek Timur, Minggu (27/9)," kata salah satu orangtua korban.

Menurut dia, pelaku dengan leluasa melakukan pencabulan itu pada korbannya setelah usai salat magrib dan siang hari, ketika situasi sepi.Selain dua ustaz di atas, ustaz ZM asal Bandung juga tidak kalah cabulnya. ZM tepergok oleh anak tirinya, DD saat tengah melakukan aksi cabul terhadap murid ngajinya, FA (14).Pria 43 tahun tersebut kini harus berurusan dengan polisi setelah unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung membekuknya.Perbuatan ustaz cabul ini sudah dilakukan empat kali sejak Juli 2015 lalu. Aksi tersebut dilakukan di rumah kontrakannya di Jalan Pajajaran, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung."Sudah empat kali (berbuat cabul) ke murid ngaji saya," kata ZM di balik sebo dan baju tahanan Polrestabes Bandung, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Selasa (6/10).Adapun modus yang dilakukan ustaz ini yakni mengajak korban mengaji dulu di rumah kontrakannya. Usai mengajar ngaji, pelaku kemudian menyuruh korban memijat badan pelaku.


"Kemudian pelaku memaksa meminta korban gantian dipijat," kata Kapolrestabes Bandung AR Yoyol di tempat sama.Disela memijat, pelaku malah meraba-raba bagian anggota tubuh terlarang korban. Bahkan pelaku sampai tega menyetubuhi hingga berkali-kali. "Aksi cabul tersebut dilakukan berkali-kali sampai akhirnya dipergoki oleh anak tirinya," ujarnya.Atas ulah nakal ZM, anak tiri melaporkan pada ibunya. Kemudian DD bersama istri melaporkan sang ustaz kepada kepolisian.

Rekomendasi