Pepatah 'tak dikenal maka tak disayang' mungkin tetap berlaku dari zaman ke zaman. Prasangka awal memang kerap menjadi masalah ketika seseorang tak mengenal secara baik apa dan siapa orang yang pertama kali baru dikenalnya. Kadang cap negatif pun muncul hanya karena melihat tampak muka dan mimik wajah seseorang. Kisah yang dituturkan Madi (45), seorang pedagang yang sehari-hari mangkal di depan ATC, sebuah bangunan ruko yang banyak diisi oleh pedagang asal Afrika di Petamburan pun terjadi karena dia tak mengenal secara baik orang Afrika. Ayah tiga orang anak ini mengira, orang Afrika adalah bagian dari mafia besar karena sangarnya tampang mereka. "Saya awalnya takut dengan mereka. Wajah mereka seram sekali. Ada yang cerita mereka adalah para mafia dan tentu saja membuat saya kadang memiliki rasa takut ketika bertemu mereka," ujar Madi ketika berbincang-bincang dengan merdeka.com di Petamburan, Jakarta, Selasa (23/9).Cerita yang menguatkan dugaan Madi adalah ketika menemukan segerombolan tukang ojek yang hendak mengeroyok salah seorang pemuda asal Afrika yang tidak mau membayar uang sewa ojek. "Suatu hari saya melihat ada orang yang mau pukul itu orang Afrika. Saya dengar karena orang itu tidak mau bayar uang ojek. Mereka pikir tukang ojek itu takut dengan wajah mereka," cerita Madi. Rasa curiga Madi pun mulai menyurut seiring perjalanan waktu. Para WNA yang hampir dilihatnya tiap hari sudah menjadi tak asing lagi. Meskipun tak mengerti apa yang mereka katakan, namun karena hanya mendengar kata 'ojek' pun bisa mengakrabkan mereka. "Saya didatangi oleh mereka, mereka tanya saya dengan bahasa yang saya tidak ketahui tapi karena ada kata ojek lalu saya mengerti dia butuh ojek," ujar Madi sambil tertawa. Sebagai pendatang tentu bahasa adalah kunci utama masuk dalam kehidupan di Indonesia. Hasan, warga asal Senegal mengaku belajar keras agar dapat menguasai Bahasa Indonesia. "Agak susah tapi karena saya pedagang ya mau tidak mau saya harus belajar," tutur Hasan yang merupakan suplier baju koko ke negaranya. Di balik kulit hitam legam dan tampang yang agak 'sangar' orang Afrika ternyata ada kelembutan hati. Siti Aminah (32), seorang pemilik Warung di dekat ATC menuturkan hal demikian. Sembilan tahun berjualan di tempat itu, dia mengaku sudah sangat akrab dengan beberapa warga Afrika.
Warga Afrika di Tanah Abang, banyak yang tertipu tampang seram
Warga sempat takut lihat postur mereka yang tinggi besar dan kulitnya yang hitam. Apakah mereka jahat?
Rekomendasi