Ketua Komisi VIII DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, jumlah jemaah asal Indonesia yang menjadi korban insiden saat melempar jumrah di Mina kemungkinan akan bertambah. Menurut Saleh, jemaah asal Indonesia yang menjadi korban saat melempar jumrah di Mina di luar instruksi resmi dari Panitia Pemberangkatan Haji Indonesia (PPHI)."Yang selamat banyak. Ada sejumlah jemaah yang melontar tidak diketahui karena berangkat atas inisiatif sendiri. Masih terus didata dan dicek," kata Saleh melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Jumat (25/9).Saleh menjelaskan, pada Jumat (25/9) dini hari, dirinya sempat mewawancarai salah seorang jemaah haji asal Indonesia yang berada di lokasi kejadian ketika insiden terjadi. Menurut jemaah itu, keberangkatan jemaah untuk melempar jumrah tanpa izin PPHI bermula pada pagi hari saat hendak sarapan."Menurutnya, pagi hari para jemaah diminta untuk sarapan di tenda-tenda di Mina. Sebelum sarapan, ada beberapa orang jemaah yang ingin segera melontar. Namun karena sarapan sudah disediakan, mereka menunda keberangkatan sampai selesai makan," ujarnya.Setelah selesai makan, lanjut Saleh, ada beberapa orang yang mengajak rombongan lain untuk berangkat melontar. Usai saling mengajak, jemaah tersebut kemudian bergegas menuju tempat lempar jumrah.Untuk kasus jemaah yang diwawancarai Saleh, rombongan mereka berkisar 20 orang. Mereka pun mengaku berangkat bukan atas instruksi resmi dari PPHI. Sementara jadwal resmi jemaah Indonesia melontar adalah selepas subuh, sore hari, dan malam hari."Namun mereka tetap berangkat sendiri," tutup Saleh.Seperti diketahui, tiga orang jemaah haji asal Indonesia ikut menjadi korban dalam insiden lempar jumrah berdarah di Mina. Korban meninggal yang sudah bisa dikenali adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal Kloter Surabaya (SUB) 48, laki-laki, Probolinggo 3 Mei 1964, maktab 2, nomor paspor B1467965.Kemudian, Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun) asal Kloter Batam (BTH) 14, maktab 1, nomor paspor A2708446. Sedangkan satu orang jemaah haji asal Indonesia lagi masih kritis.
3 Jemaah Indonesia korban lempar Jumrah di Mina di luar jadwal PPIH
"Masih terus didata dan dicek," kata Tim Pengawas Ibadah Haji DPR Saleh Partaonan Daulay.
Rekomendasi