Adnan Buyung meninggal, Denny JA buat puisi duka cita

Baginya, mantan Wantimpres itu adalah salah satu guru yang banyak menginspirasi.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Adnan Buyung meninggal, Denny JA buat puisi duka cita
Adnan Buyung. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Wafatnya pengacara senior Adnan Buyung Nasution direspon banyak kalangan dengan berbagai cara. Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network, Denny JA, bahkan membuat sebuah puisi sebagai tanda duka cita terhadap Almarhum."Bang Buyung adalah tipe intelektual yang semakin jarang. Beliau adalah tipe entrepreneur intelektual, seorang cerdik pandai yang juga berperan sebagai entrepreneur sosial, menjadi aktivis, dan penggerak civil society. LBH dan perjuangannya untuk negara hukum dan sikapnya yang anti diskriminasi menjadi legacy Bang Buyung," ungkap Denny JA, Jumat (25/9).Baginya, mantan Wantimpres itu adalah salah satu guru yang banyak menginspirasi terutama di era ketika Denny menjadi aktivis mahasiswa.Berikut puisi lengkap Denny JA:Kepada Buyung NasutionBung, bukan kepergianmu benar yang membuat kami sedih, karena semangat juangmu tetap hidup bersama kami

Bukan kepergianmu benar yang membuat kami terpaku, karena gagasanmu dan gagasan kami sudah menyatu

Kami sedih karena negeri yang kau tinggalkan belum sepenuhnya tercerahkan

Kami sedih karena korupsi masih meraja lela, diskriminasi masih kentara, kemiskinan masih banyak di desa dan di kota

Sementara banyak lembaga negara masih tak amanah mengelola kuasa

Demikianlah para aktivis berpidato mengenang si Abang yang hero, sementara Nina duduk termangu, baginya di Abang bukan semua itu

Baginya, si Abang adalah guru yang membimbingnya selalu sejak ia masih lugu hingga kini ia tumbuh sebagai suhu

Dari si Abang ia belajar berani bersuara, dari si Abang ia belajar berpihak

Nina terus memandang wajah si Abang yang sudah kaku terdiam sambil dibisikkannya salam "Selamat jalan Bang Buyung, kami teruskan perjuanganmu yang belum selesai".

Rekomendasi