Wafatnya pengacara senior Adnan Buyung Nasution direspon banyak kalangan dengan berbagai cara. Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network, Denny JA, bahkan membuat sebuah puisi sebagai tanda duka cita terhadap Almarhum."Bang Buyung adalah tipe intelektual yang semakin jarang. Beliau adalah tipe entrepreneur intelektual, seorang cerdik pandai yang juga berperan sebagai entrepreneur sosial, menjadi aktivis, dan penggerak civil society. LBH dan perjuangannya untuk negara hukum dan sikapnya yang anti diskriminasi menjadi legacy Bang Buyung," ungkap Denny JA, Jumat (25/9).Baginya, mantan Wantimpres itu adalah salah satu guru yang banyak menginspirasi terutama di era ketika Denny menjadi aktivis mahasiswa.Berikut puisi lengkap Denny JA:Kepada Buyung NasutionBung, bukan kepergianmu benar yang membuat kami sedih, karena semangat juangmu tetap hidup bersama kami
Bukan kepergianmu benar yang membuat kami terpaku, karena gagasanmu dan gagasan kami sudah menyatu
Kami sedih karena negeri yang kau tinggalkan belum sepenuhnya tercerahkan
Kami sedih karena korupsi masih meraja lela, diskriminasi masih kentara, kemiskinan masih banyak di desa dan di kota
Sementara banyak lembaga negara masih tak amanah mengelola kuasa
Demikianlah para aktivis berpidato mengenang si Abang yang hero, sementara Nina duduk termangu, baginya di Abang bukan semua itu
Baginya, si Abang adalah guru yang membimbingnya selalu sejak ia masih lugu hingga kini ia tumbuh sebagai suhu
Dari si Abang ia belajar berani bersuara, dari si Abang ia belajar berpihak
Nina terus memandang wajah si Abang yang sudah kaku terdiam sambil dibisikkannya salam "Selamat jalan Bang Buyung, kami teruskan perjuanganmu yang belum selesai".