Jemaah haji asal Aceh korban jatuh crane jalani operasi patah tulang

Jemaah haji bernama Nasriah itu mengalami patah tulang di kedua kakinya akibat tertimpa crane di Masjidil Haram.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Jemaah haji asal Aceh korban jatuh crane jalani operasi patah tulang
Ilustrasi Crane Jatuh di Makkah. ©2015 Merdeka.com

Seorang Jemaah Calon Haji (JCH) korban musibah jatuh crane di Masjidil Haram, Arab Suadi asal Aceh, Nasriah Binti Muhammad Abdurrahman telah selesai menjalani operasi di rumah sakit Arab Saudi. Korban mengalami patah tulang kedua belah kakinya.Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, Herman mengatakan, Nasriah saat ini sudah kembali ke hotel bersama suaminya. Namun Nasriah tetap harus menjalani perawatan intensif dan rawat jalan.Herman mengatakan, akibat jatuhnya reruntuhan, kedua kaki Nasriah mengalami patah tulang. Saat ini kata dia, kondisi Nasriah berangsur-angsur mulai membaik meski belum bisa bangkit dari tempat tidur."Kedua kakinya patah dan sudah dioperasi. Sekarang Nasriah sudah dibawa pulang kembali ke hotel, tetapi masih belum bisa duduk masih harus terbaring di tempat tidur," katanya Minggu (20/9).Nasriah Binti Muhammad Abdurrahman merupakan JCH berasal dari Dusun Usman Keuchik Nomor 32, Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. Dia berangkat dalam kloter 1 dengan nomor paspor B1175082 bersama 393 orang dari Kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh.Nasriah bersama 30 orang orang lainnya JCH asal Indonesia harus dirawat di rumah sakit, karena cedera akibat jatuhnya reruntuhan crane di Masjidil Haram setelah badai melanda Arab Saudi. Dalam insiden itu dilaporkan 180 orang luka-luka dan 87 orang meninggal dunia.

Rekomendasi