Bandung Air Show (BAS) sebagai salah satu rangkaian hari jadi Kota Bandung ke-205 resmi dibuka, Kamis (10/9) ini. Kegiatan yang berakhir pada Minggu 13 September ini ditargetkan mampu menyedot 80 ribu pengunjung.
BAS yang kali terakhir diselenggarakan pada 2012 lalu dipusatkan di Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung.
"Saya optimistis Bandung Air Show ini dapat mencapai target sedikitnya 80 ribu pengunjung," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Kamis (10/9).
Dia melanjutkan kegiatan BAS selain bisa mengembalikan kejayaan kedirgantaraan, ini bisa menjadi alternatif wisata ke Kota Bandung di akhir pekan ini.
Bandung Air Show ini bisa dinikmati masyarakat secara umum. Panitia penyelenggara membanderol tiket masuk sebesar Rp. 20 ribu. Sementara pelajar hanya cukup membayar Rp 10 ribu.
Selama empat hari, masyarakat bisa menikmati dan mengenal lebih dekat segala macam hal tentang kedirgantaraan.
Komandan Lanud Husein Sastranegara, Kolonel Penerbang Ardhi Cahdjoko mengatakan, terdapat beberapa kegiatan seperti pameran Alutsista TNI, pameran pesawat aero modeling, pesawat air charters, pameran pesawat latih dan beragam jenis pesawat lainnya.
Panitia juga menyediakan sejumlah informasi perihal pendidikan kedirgantaraan seperti sekolah penerbangan, teknologi informasi dan produk-produk kemiliteran.
"Tentu ada atraksi di udara antara lain aerobatik, paramotor, trike dan terjun payung," ujarnya. BAS juga rencananya akan memecahkan rekor MURI dengan membuat pesawat perbandingan 1:1 dari botol bekas.