Demo di KPU Surabaya, massa desak calon tunggal Risma-Wisnu disahkan

Hal itu diharapkan jika tidak ada lagi peserta lain dan menghindari penundaan Pilkada tahun 2017.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Demo di KPU Surabaya, massa desak calon tunggal Risma-Wisnu disahkan
Demo Pilwali Surabaya. ©2015 Merdeka.com/moch andriansyah

Pendemo dari Gerakan Rakyat Surabaya Menggugat mulai mewacanakan pengesahan calon tunggal, jika memang Pilkada Surabaya, Jawa Timur tetap mengalami kebuntuan dan krisis calon. Hal ini dilontarkan para pendemo dalam orasinya yang terus memanas."Di Surabaya terdapat partai-partai politik besar. Mana mungkin mereka tidak memiliki kader-kader hebat. Kisruh Pilwali Surabaya ini, jelas tidak lepas dari aksi mafia-mafia Pilkada yang tidak menginginkan Pilkada Surabaya digelar 2015. Untuk itu, kita akan mendesak pemerintah untuk mensahkan calon tunggal," teriak salah satu orator aksi, Kamis (3/9). Saat ini, massa aksi sedang menunggu perwakilan mereka yang menggelar dialog dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya di dalam gedung."Kawan-kawan, ada informasi kawan kita yang ada di dalam masih berdialog dengan KPU. Informasi yang kita dapat dari dalam, terjadi perdebatan sengit. Kawan kita yang di dalam meminta 10 menit lagi. Harap kawan tenang jangan terprovokasi," teriaknya lagi. Untuk menunggu hasil negosiasi, para pendemo memutar lagi lagu Bongkar dari Iwan Fals. Massa aksi berjoget."Sambil menunggu mari kita dengar lagi Bongkar‎. Mari kita bongkar mafia-mafia Pilkada. Mafia-mafia Pilkada adalah KPU," tudingnya. Seperti diketahui, aksi ini merupakan imbas dari kisruh Pilkada di Kota Pahlawan. Hingga saat ini, pasangan Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana masih menjadi calon tunggal.Pada 30 Agustus lalu, KPU mengumumkan pasangan Rasiyo-Dhimam Abror yang diusung Demokrat dan PAN, tidak memenuhi syarat (TMS), dan KPU akan membuka kembali pendaftaran pada 6 sampai 8 September berdasarkan SE 443/KPU/VIII/2015, yang sebelumnya dibatalkan SE 449/KPU/VIII/2015.

Rekomendasi