Perjalanan 7 dekade kereta api melayani negeri

Mari sedikit menengok ke belakang perjalanan kereta api sebagai sarana transportasi di Indonesia.

Ayu Miranti
Oleh Ayu Miranti - Reporter
Perjalanan 7 dekade kereta api melayani negeri
Perjalanan 7 dekade kereta api melayani negeri

Kereta api adalah sarana transportasi yang berkembang dari masa kolonial hingga sekarang. Terhitung sudah 70 tahun melayani negeri dan terus meningkatkan pelayanannya untuk masyarakat. Mari sedikit menengok ke belakang perjalanan kereta api sebagai sarana transportasi di Indonesia.

Pada awalnya Kereta api adalah transportasi andalan untuk mengangkut penumpang maupun berbagai hasil alam. Daya angkutnya yang besar dan mampu menempuh jarak yang jauh dalam waktu relatif cepat karena bergerak di lintasan sendiri. Setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1994, dinamika perkeretaapian di Indonesia semakin meningkat.

Pelayanan perkeretaapian Indonesia di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai bangkit dan menunjukkan taringnya di tahun 2009, di era kepemimpinan Ignasius Jonan. Di bawah kepemimpinannya, Jonan membawa gebrakan baru dalam hal pelayanan dan merombak seluruh aspek dalam tubuh PT KAI.


Hingga tonggak kepemimpinan PT KAI diestafetkan kepada Edi Sukmoro, pembangunan dan pengembangan kian gencar dilakukan. Di tangan Edi, PT KAI berupaya untuk terus bertransformasi menjadi lebih baik dan senantiasa berinovasi demi menghasilkan pelayanan yang prima bagi pengguna jasanya.

“Pada prinsipnya, kami selalu berupaya agar seluruh aspek pelayanan maupun stasiun-stasiun dapat dimodernisasi dan agar penumpang semakin dimudahkan dalam bertransportasi menggunakan kereta api,” kata Edi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Para penumpang kini dimudahkan dalam bertransportasi dengan kereta api berkat berbagai layanan yang praktis dan stasiun yang nyaman dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Sistem ticketing yang praktis dan mudah, kereta dan stasiun yang nyaman, tidak ada penumpang yang berdiri, pelayanan para crew yang prima, ruang ibu menyusui, ruang khusus merokok, fasilitaschargergratis, dan berbagai terobosan lainnya menjadi wajah baru perkeretaapian saat ini.Calon penumpang kini dapat membeli tiket melalui berbagai channel seperti www.tiket-kereta-api.co.id, Contact Center 121, minimarket, kantor pos, dan agen resmi lainnya. Ada juga e-kiosk yakni vending machine yang dapat digunakan untuk membeli tiket. Setelah membeli tiket dan mendapatkan kode booking, calon penumpang tinggal mencetak tiketnya di mesin Cetak Tiket Mandiri (CTM) yang banyak tersedia di stasiun.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kemajuan dalam pelayanan angkutan penumpang ini sangat jelas terasa dan terlihat saat pelaksanaan Angkutan Lebaran. Mulai Lebaran sekitar 5 tahun lalu hingga saat ini, tak ada lagi pemandangan perjalanan mudik yang berjubel. Gambar di atas adalah Stasiun Pasar Senen yang melayani kereta api ekonomi dan menjadi stasiun tersibuk saat Angkutan Lebaran tetap tampak tertib dan nyaman. Tak ada lagi penumpang yang berdesak-desakan atau berebut tempat duduk. Persiapan dan pengaturan petugas yang baik selama Angkutan Lebaran berlangsung menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

Wajah kemajuan perkeretaapian lainnya yakni hadirnya layanan kereta api bandara di bawah pengelolaan PT Railink, anak perusahaan milik PT KAI. Kereta Bandara Kualanamu di Sumatera Utara menjadi terobosan dalam pembangunan sistem transportasi yang modern di tanah air.

Berbicara wajah kemajuan transportasi Indonesia maka tak akan lengkap tanpa mengikutsertakan pelayanan commuter line Jabodetabek. Moda transportasi andalan masyarakat urban ini pun sudah menunjukkan taringnya. Stasiun yang steril dan nyaman, e-ticketing, e-gate, layanan informasi KRL dan berbagai inovasi lainnya terus dihadirkan bagi para penumpang.

Pada usianya yang sudah 7 dekade, PT KAI masih akan terus mengembangkan dan meningkatkan pelayanan serta inovasi untuk mengiringi kemajuan bangsa.

“Mewujudkan harapan tersebut tentunya melalui serangkaian proses yang harus dilakukan secara bertahap dan membutuhkan dukungan dari semua pihak. Tapi kami optimis dapat mewujudkannya dan perkeretaapian dapat berkontribusi nyata untuk memajukan bangsa Indonesia,” tambah Edi.

Rekomendasi