Keluarga ragukan Ponpes tempat Desty akan menimba ilmu

"Kalau pun ada beasiswa kan biasanya ada prosedurnya. Tidak mungkin cuma mondok saja, digratiskan begitu saja,"

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Keluarga ragukan Ponpes tempat Desty akan menimba ilmu
Orangtua Desty Anggraini. ©2015 Merdeka.com

Hingga kini pihak keluarga masih mempertanyakan latar belakang Pondok Pesantren Tahfidz Alquran Anshorulloh Ciamis, Jawa Barat, tempat Desty Anggraini menimba ilmu agama. Sebab, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak pondok terkait pemberitaan yang beredar tentang Desty.Maryanto (49), ayah Desty mengaku tidak tahu sama sekali tentang pondok tersebut. Bahkan, hingga mengantar Desty untuk berangkat pada 6 Agustus 2015 lalu, tidak diberitahu oleh anaknya."Kami tidak tahu karena Desty pamit cuma mau mondok di Jawa. Katanya di Ciamis, Anshorullah," ungkap Maryanto, Jumat (21/8).Terlepas dari itu, pihak keluarga masih bertanya-tanya rekam jejak pondok itu. Sebab, dengan mudahnya menerima santri tanpa diketahui asal-usulnya. Terlebih tidak ada rekomendasi dari pihak keluarga atau persyaratan lainnya."Biasanya kan diantar oleh keluarga, paling tidak ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, surat dari orangtua atau apalah. Tapi ini sama sekali tidak ada," ujarnya.Tak hanya itu, keluarga juga bingung dengan biaya pendidikan selama Desty belajar di sana. Apakah tidak dibebani atau ada donator. Sebab, saat berangkat, Desty hanya membawa uang Rp 50 ribu, sedangkan ongkos ditanggung pihak pondok."Kalau pun ada beasiswa kan biasanya ada prosedurnya. Tidak mungkin cuma mondok saja, digratiskan begitu saja," kata dia.Sementara Nurhasanah, ibu Desty mengaku pernah berkomunikasi dengan salah satu pengajar pondok tersebut. Tujuannya, untuk meminta bantuan agar menyuruh Desty pulang terlebih dahulu dan menjelaskan apa yang terjadi.Namun, jawaban pengajar saat itu justru membuat pihak keluarga makin bertanya-tanya. Pihak pondok dengan tegas menuturkan, Desty bukanlah tanggungjawab mereka karena dia datang sendiri dan tanpa diundang kehadirannya. Bahkan, pondok menyuruh pihak keluarga menjemput Desty untuk pulang."Seharusnya kan tidak begitu. Bagusnya, Desty itu diarahkan, dinasihati dulu, karena yang meminta ini ibunya, bukan orang lain, tujuannya untuk kuliah lagi. Ini malah nyuruh kami yang jemput sendiri," tuturnya.Nurhasanah mengatakan sudah berencana menjemput anaknya. Namun, masih bermusyawarah dengan keluarga karena keterbatasan biaya."Ya, ongkosnya kan besar, kami tidak punya. Mau rembukan keluarga dulu," pungkasnya.

Rekomendasi