Ingat pengorbanan adik & pikirkan beasiswa, ibu harap Desty pulang

Adik Desty itu seorang buruh dan hanya lulus SMP. Dia rela membantu agar kakaknya itu menjadi orang sukses.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Ingat pengorbanan adik & pikirkan beasiswa, ibu harap Desty pulang
Kondisi rumah Desty di Palembang. ©2015 Merdeka.com

Kepergian Desty Anggraini (21) ke Ciamis, Jawa Barat, dan memutuskan berhenti kuliah, menjadi penyesalan yang teramat bagi keluarganya. Padahal, Desty sangat diharapkan untuk menjadi tumpuan terakhir perbaikan ekonomi keluarga.

Kepada merdeka.com, Nurhasanah (42) ibu Desty menceritakan tentang perjalanan hidup Desty, terutama saat menempuh kuliah di program studi PAUD FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang. Tak terpikirkan oleh Nurhasanah untuk menyekolahkan anak sulungnya itu ke kampus ternama di Palembang itu. Sebab, dia hanya guru ngaji dan ayah Desty sebagai petani.

Beruntung, Desty masuk dalam program bidik misi sehingga seluruh biaya kuliahnya ditanggung pemerintah. Bagi Nurhasanah, itu adalah nikmat terbesar yang patut disyukuri dan menjadi kebanggaan keluarga.

Permasalahan tak cukup di situ saja. Itu ketika Desti mau tak mau harus mengekos di daerah Indralaya, Ogan Ilir, agar bisa lebih dekat dengan kampus. Di saat ibunya nyaris putus asa, adik Desty memutuskan siap menanggung biaya kontrakan. Adik Desty itu seorang buruh dan hanya lulus SMP. Dia rela membantu agar kakaknya itu menjadi orang sukses dan terpandang.

"Adik Desty itu luar biasa. Dia ingin membiayai keperluan kuliah kakaknya dan tidak melanjutkan SMA demi mencari uang. Karena dia bangga kakaknya bisa kuliah. Alhamdulillah lancar," ungkap Nurhasanah, Jumat (21/8).

Kemudian, keluarga juga sempat dibuat bingung saat Desty membutuhkan laptop untuk mendukung praktik pengalaman lapangan (PPL). Dengan cepat, Nurhasanah menyanggupi akan membelikan laptop Desty meski tak ada uang sama sekali.

"Kemarin saya sudah mau kredit, biar ada laptop buat PPL. Karena saya kasihan sama dia," ujarnya.

Dari ingatannya itu, Nurhasanah sangat berharap Desty kembali melanjutkan kuliahnya di Unsri. Jika tidak, beasiswa bidik misi itu akan putus dan terancam tak bisa kuliah lagi.
Jika pun Desty tetap ingin belajar agama, bisa dilakukan tanpa mengganggu aktivitas kuliah. Bila perlu bisa dilanjutkan setelah lulus kuliah kelak.

"Itu saja yang kami minta. Pulang dulu, lanjutkan kuliah, kasihan adik. Kami berharap dia sukses dan bisa mengajar nantinya, tidak lebih dari itu," harapnya.

Rekomendasi