Kabar seorang mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang bernama Desty Anggraini (21) yang diduga bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS), langsung direspon polisi. Sejumlah intelijen sudah diterjunkan langsung ke di Ciamis, Jawa Barat, tempat tujuan Desty.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengungkapkan, tim intelijen dari Polda Sumsel itu sudah berangkat ke Ciamis kemarin sore. Mereka diprioritaskan mencari posisi Desty saat ini termasuk mengetahui kegiatannya.
"Tim intelijen kita sudah berada di Ciamis cari Desty," ungkap Djarod, Kamis (20/8).
Mengenai keberadaan gerakan radikal ISIS di Sumsel, Djarod memastikan tidak terdeteksi. Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai agar warga Sumsel tidak mudah terpengaruh dengan ajakan mengikuti gerakan itu.
"Kami telah melakukan langkah-langkah pro aktif, sosialisasi bahayanya ISIS ini juga dilakukan untuk pencegahan," tutupnya.
Diketahui, Desty, mahasiswi semester tujuh FKIP program studi PAUD Unsri Palembang, diduga bergabung dengan ISIS setelah berangka menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Tahfidz Al-quran Anshorulloh Ciamis, Jawa Barat sejak 6 Agustus 2015. Kemudian, sejak 15 Agustus 2015 lalu, keberadaan Desty tak lagi diketahui.
Saat pergi, Desty hanya membawa tas ransel berisi pakaian dan uang saku sebesar Rp 50 ribu. Sedangkan, biaya ongkos sudah ada dijamin oleh teman Desty yang sama-sama berangkat ke Jawa.
Keluarga khawatir, Desty bergabung dengan ISIS karena di kamarnya ditemukan sejumlah kalimat tentang sahid. Desty sejak setahun terakhir memakai cadar dan berpakaian serba hitam. Bahkan, Desty juga nekat memutuskan hubungan keluarga jika disuruh melepas pakaian itu.