Rumput sulit dan pakan pabrik mahal, peternak sapi Lampung menjerit

Sayangnya para peternak tidak menerapkan sistem penyimpanan pakan.

Aryo Putranto Saptohutomo
Rumput sulit dan pakan pabrik mahal, peternak sapi Lampung menjerit
peternakan sapi. ©2015 merdeka.com/nurul tirsa sari

Peternak di Kabupaten Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung, mengaku kesulitan mendapatkan rumput buat pakan ternak mereka. Sebab, kebanyakan rumput kering akibat kemarau panjang."Dampak musim kemarau panjang ini dirasakan peternak di sejumlah kawasan di Tulangbawang Barat, seperti di Kecamatan Tulangbawang Udik, Tulangbawang Tengah, dan Tumijajar," kata peternak di Kecamatan Tumijajar, Tulangbawang Barat, Karso (55 tahun), seperti dilansir dari Antara, Selasa (18/8).Karso menyebutkan, sejak beberapa hari terakhir, peternak sapi kesulitan mendapatkan pasokan pakan. Sebab pada sejumlah lokasi biasanya menjadi andalan, rumputnya telah mengering."Kami kesulitan mendapatkan rumput, karena sudah mengering. Cari rumput juga jauh, hingga sampai di wilayah Kabupaten Tulangbawang," ujar Karso.Menurut Karso, buat mendapatkan rumput, peternak mencari ke lokasi di pinggiran sungai mulai mengering. Lelaki tergabung dalam kelompok tani di Kabupaten Tulangbawang Barat itu mengatakan, peternak di tiga kecamatan itu jarang melakukan penyimpanan persediaan pakan, dan lebih memilih pakan baru.Selain kesulitan pakan, sejumlah petani peternak setempat juga mengeluhkan kenaikan harga pakan pabrikan. Sejak pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, harga pakan pur jenis polar serta brand melonjak.Harga polar naik dari Rp 170 ribu menjadi Rp 190 ribu per karung. Sementara jenis brand yang tadinya ditebus Rp 170 ribu, kini juga menjadi Rp 190 ribu per karung. Hal itu memaksa petani peternak setempat menambah dana modal pembelian pakan.Karso menambahkan, kelompok tani Tulangbawang Barat saat ini memiliki sekitar 200 ekor sapi, dan hanya tergantung dari pakan alami."Petani berharap harga pakan pabrikan bisa turun. Cari rumput sulit, harga pakan naik. Kami berharap rupiah bisa segera membaik, sehingga pakan pabrikan bisa menjadi alternatif jika seluruh rumput sudah mengering," harap Karso.

Rekomendasi