Pura-pura beri tumpangan, 3 pria peras harta pasutri Rp 28 juta

Dua pelaku terkapar ditembak polisi saat berusaha kabur.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Pura-pura beri tumpangan, 3 pria peras harta pasutri Rp 28 juta
Ilustrasi Perampokan. ©2014 Merdeka.com

Unit Reskrim Polsek Sukajadi, Pekanbaru Riau, menangkap tiga pelaku pemerasan disertai unsur pengancaman. Dua orang di antaranya terkapar dihadiahi timah panas karena melawan dan berusaha melarikan diri saat ditangkap.Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada merdeka.com mengatakan, ketiga pelaku bernama Aimetri (45), Ronal Harahap (35) dan Nursalam (29).Mereka dibekuk di tiga lokasi terpisah, dua dari mereka ditangkap di kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, serta satu pelaku diringkus saat berada di Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru Riau."Mereka ini juga residivis. Dua pelaku terpaksa kita tembak di bagian kaki karena berusaha melarikan diri," ujar Guntur, Kamis (6/8).Saat diinterogasi, ketiga pelaku mengaku selama beraksi mendapat uang puluhan juta rupiah. Terakhir, ketiganya merampas harta benda Asma Marni (67) dan suaminya Aswan (69), Rabu (5/8) siang."Ketiga pelaku beraksi di Jalan Tuanku Tambusai depan Pasar Cik Puan Pekanbaru. Modusnya menawarkan tumpangan kepada korban," kata Guntur.Di dalam mobil, para pelaku berakting layaknya sedang dalam mobil tumpangan travel. Seorang pelaku berperan menjadi sopir mobil Toyota Avanza warna putih, dua orang lainnya berpura-pura sebagai penumpang mengawasi gerak gerik korban."Tiba di jalan sepi, alarm mobil berbunyi, ketiga pelaku pun langsung memainkan peran masing-masing. Pelaku yang berperan sebagai sopir meminta agar korban melepas barang yang mengandung logam atau emas," kata Guntur.Pelaku mengatakan kepada korban, bahwa mobil akan terbakar dan pintunya juga tidak bisa terbuka, karena diakali oleh para pelaku.Lantaran panik, sang istri pun melepaskan semua perhiasan berupa gelang dan cincin emas sekitar 50 gram senilai Rp 28 juta lalu menyerahkan kepada suaminya yang duduk di bangku belakang agar disimpan."Namun, seorang pelaku yang duduk di bangku belakang merampas perhiasan emas dari tangan suaminya tersebut disertai ancaman dengan senjata tajam," terang Guntur.Setelah mendapat hasil rampasannya, kedua korban dibentak lalu dipaksa turun di tepi jalan. Ketiga pelaku pun pergi meninggalkan suami istri tersebut. Meski korban sudah berteriak, namun tak seorang pun warga yang mendengar hingga pelaku berhasil melarikan diri.Selanjutnya, kedua korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi, berharap pelaku ditangkap dan harta mereka dapat kembali."Setelah mendapat, polisi langsung melakukan pengejaran. Beberapa jam kemudian, ketiga pelaku diringkus di tempat yang berbeda. Dua pelaku terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri," pungkas Guntur.

Rekomendasi