Ini pengakuan penyandang cacat yang dianiaya usai tos dengan bupati

Atas tindakan penganiayaan oleh Pol PP tersebut, Samsul mengaku gigi depannya lepas satu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ini pengakuan penyandang cacat yang dianiaya usai tos dengan bupati
Samsul, penyandang cacat di Jembrana. ©2015 Merdeka.com

Korban pemukulan anggota Pol PP Pemkab Jembrana angkat bicara, Samsul kembali angkat bicara. Dia menceritakan secara gamblang bagaimana kronologis hingga akhirnya dia dianiaya oleh beberapa anggota Satpol PP."Saya menuturkan peristiwa yang menimpa diri saya dengan sebenarnya. Tidak menambah-nambah maupun mengurangi," ujar Samsul saat ditemui di Jembrana, Kamis (30/7) sore.Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi Selasa (28/7) sekitar pukul 14.30 WITA. Kejadian bermula saat dirinya berada di depan kantor KPUD Jembrana untuk menyaksikan pendaftaran calon yang mengikuti Pilkada Jembrana."Usai pendaftaran Bapak Bupati Jembrana I Putu Artha keluar dari pintu gerbang KPU. Saya bergegas menghampiri untuk bersalaman sebagai ungkapan selamat atas pencalonan kembali," tuturnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun lantaran sulit berjalan dan tangannya yang cacat sehingga sulit untuk berjabat tangan, akhirnya warga Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana ini hanya bisa tos dengan bupati."Waktu itu bapak bupati menyambut tos saya dengan baik dan ramah sambil senyum," terangnya.Setelah usai tos, Bupati Artha dan rombongan langsung meninggalkan lokasi termasuk meninggalkan Samsul. Saat itulah menurut Samsul sejumlah anggota Pol PP menyergapnya dan menaikkannya ke atas mobil dinas untuk mengantar dirinya pulang ke rumah."Jadi saat saya diambil dan dinaikkan ke atas mobil, bapak bupati tidak melihat saya karena sudah pergi dari tempat itu. Termasuk saat saya dipukulin di atas mobil, bupati tidak tahu," terangnya.Atas tindakan Pol PP tersebut, Samsul mengaku gigi depannya lepas satu dan meminta agar pelaku diberikan tindakan tegas.Sebelumnya Kasat Pol PP Pemkab Jembrana IGN Rai Budi dikonfirmasi membantah kejadian tersebut dan mengatakan tidak ada anggotanya yang melakukan pemukulan terhadap orang cacat tersebut.Di sisi lain Kasubag Humas Pemkab Jembrana IB Surya Putra membantah jika Bupati Jembrana I Putu Artha mengetahui kejadian tersebut."Bupati sudah meninggalkan lokasi lebih dahulu. Jadi tidak tahu sama sekali kejadiannya. Apalagi disebutkan bupati senyum-senyum melihat kejadian itu, tidak benar sama sekali," pungkasnya.

Rekomendasi