Emil tak akan paksakan menggunakan Stadion GBLA

Kabareskrim Budi Waseso menilai stadion berkapasitas 60 ribu penonton itu tidak layak karena konstruksinya rontok.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Emil tak akan paksakan menggunakan Stadion GBLA
Ridwan Kamil tes urin petugas Satpol PP. ©2015 merdeka.com/andrian salam wiyono

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dinilai tidak layak digunakan hajat olahraga akbar, apalagi untuk penyelenggaraan PON yang bakal digelar 2016 mendatang. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun mengaku, tidak akan memaksakan penggunaan stadion bertaraf internasional tersebut.

Emil, sapaan akrab Ridwan, menerangkan, lebih mempertimbangkan keamanan orang banyak dari pada harus memaksakan penggunaan stadion.

Pernyataan Emil itu menyusul pernyataan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Budi Waseso usai meninjau langsung Stadion GBLA Rabu (29/9) siang. Budi menilai stadion berkapasitas 60 ribu penonton itu tidak layak karena konstruksi bangunan yang merontok.

"Kita juga enggak akan paksakan," kata Emil di Bandung, Rabu (29/9). Sebelumnya pria berkaca mata itu pernah menyampaikan Stadion GBLA layak digunakan. Berdasarkan hasil kajian dari tim ahli di ITB, Unpar dan Pusltibang Pekerjaan Umum (PU) bahwa GBLA juga bisa digunakan penyelenggaraan PON 2016.

"Hasil kajian dari tim ahli memang belum diserahkan (setelah dinilai layak). Setelah direkap akan diserahkan minggu ini, yang kebetulan sedang meneliti," ujarnya.

Dia menambahkan, Stadion GBLA memang layak digunakan dengan beberapa catatan hasil dari kajian tersebut.

"Puslitbang hasilnya menyatakan (GBLA) bisa digunakan asalkan diperbaiki dulu. Kalau mau dilakukan untuk PON harus ada perbaikan. Kita akan ikut prosedur," katanya.

Rekomendasi