Konflik Tolikara juga harus dilihat dari sisi kesenjangan ekonomi

"Jangan hanya melihat dari sisi keagamaan, nanti bisa terjebak," kata Komisioner Komnas HAM, Ahmad Baso.

Ferrika Lukmana Sari
Oleh Ferrika Lukmana Sari - Reporter
Konflik Tolikara juga harus dilihat dari sisi kesenjangan ekonomi
Pembakaran masjid di Tolikara. ©twitter.com

Komisioner Komnas HAM, Ahmad Baso meminta publik tak hanya melihat kerusuhan di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua dari sisi agama. Tetapi juga sisi ekonomi."Jangan hanya melihat dari sisi keagamaan, nanti bisa terjebak. Hal ini, isu SARA yang akan merugikan kondusif warga," kata Baso di Menteng Jakarta Pusat pada Rabu (29/7).Bagi Baso, ada problem ekonomi dan kesenjangan sosial sehingga terjadi bentrokan pada Jumat (17/7) pagi saat Idul Fitri tersebut.Menurutnya, perusakan tempat ibadah memang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Meskipun begitu, kasus tersebut juga telah mengorbankan warga lokal Papua."Ada masalah kesenjangan sosial, yang harus segera pemerintah selesaikan. Yang terjadi merugikan warga Papua sendiri. Pendekatan ekonomi, sehingga mereka berada di arena itu," jelasnya.Sebelumnya, puluhan orang yang diduga anggota jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) memprotes penyelenggaraan salat Id di Karubaga, Tolikara Papua. Lantaran lapangan Markas Komando Rayon Militer 1702-11/Karubaga juga digunakan acara seminar dan kebaktian kebangunan rohani (KKR) pemuda GIDI.Pihak kepolisan kemudian mengamankan lokasi, namun datang massa yang mengamuk sehingga puluhan kios dan satu musala di sana terbakar.Akibatnya, polisi mengeluarkan tembakan peringatan sehingga menyebabkan seorang korban tewas dan 11 orang lainnya luka-luka terkena peluru.

Rekomendasi