Objek wisata Curug Luhur ternyata dikelola WN Tunisia

Pria asing yang disebut sebagai pengelola bahkan memaksa Purnama untuk membayar Rp 1 juta.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Objek wisata Curug Luhur ternyata dikelola WN Tunisia
Air Terjun Curug Luhur. ©sobatpetualang.com

Pengguna Facebook bernama Purnama Wijaya menceritakan pengalaman pahitnya saat berkunjung ke objek wisata Curug Luhur. Purnama mengaku, ia dan kakaknya diancam petugas Curug Luhur karena menolak membayar karcis.Dalam tulisan yang diunggahnya pada Minggu (19/7), Purnama menolak membayar karcis masuk bagi ia dan 20 orang keluarganya, yang ditotal mencapai Rp 900 ribu karena belum memasuki lokasi curug. Bahkan pria asing yang disebut sebagai pengelola bahkan memaksa Purnama untuk membayar Rp 1 juta.Sementara itu, ketua RW setempat, Marhusen menjelaskan, orang asing yang dimaksud Purnama adalah warga negara asing asal Tunisia yang oleh warga dikenal sebagai Mister Munir. Marhusen menjelaskan jika Mister Munir mulai mengelola lokasi Curug Ciluhur sejak 1998, setelah sebelumnya dikelola oleh Kus Mulyono."Curug Luhur itu sudah dikelola sejak awal 80'an. Baru pada sekitar 1998, atau pas moneter, dikelola sama Mister Munir," ujar Marhusen, saat ditemui di rumahnya, Jumat (23/7).Sejak dikelola oleh Mister Munir, Marhusen mengaku jarang berkunjung ke Curug Luhur. Padahal lokasi curug berada tidak jauh dari rumah Marhusen yang sudah menjadi ketua RW sejak 1987."Paling saya cuma lewat depan curug, enggak pernah masuk ke dalam," ujarnya.

Rekomendasi