Hukuman seumur hidup pembunuh Ade Sarah dianggap terlampau berat

Hukuman seumur hidup Assyifa dan Hafitd sangat berat, semoga tidak terjadi depresi terhadap kedua pelaku.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Hukuman seumur hidup pembunuh Ade Sarah dianggap terlampau berat
Sidang perdana kasus pembunuhan Ade Sarah. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Sosok Ade Sarah Angelina Suroto kini tinggal kenangan. Dia tewas setelah dibunuh oleh sahabat baiknya, Assyifa Ramadhani dan Ahmad Imam Al Hafitd. Keduanya dijatuhi hukuman seumur hidup oleh hakim di Mahkamah Agung.Keduanya terbukti melakukan pembunuhan itu secara keji hanya karena alasan cemburu, dan perbuatannya itu telah mengakibatkan keluarga korban terluka.Menurut ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, hukuman seumur hidup mesti ditanggung Assyifa dan Hafitd sangat berat. Seharusnya dalam pengambilan hukuman tersebut, harus juga dilihat berbagai unsur keringanan."Terdakwa bisa dikatakan masih sangat muda. Apalagi keluarga korban sudah memaafkannya. Berarti ada pemberian kesempatan untuk mengubah diri," ujar Reza melalui pesan singkat, Jumat (24/7).Khusus Hafitd, kata Reza, orangtuanya adalah kalangan terdidik. Seharusnya pantas berharap anaknya bisa berbenah, paling tidak bila hakim melihat alasan-alasan peringan tersebut. "Memang berat sekali ya hukumannya bagi terdakwa," kata Reza.Atas kejadian ini, Reza berharap tidak terjadi depresi terhadap kedua pelaku. Karena menurut dirinya, depresi sering sekali dianggap sebagai gerbang ke arah mengakhiri hidup."Tekanan batin pasti, tapi mudah-mudahan tidak terjadi depresi," lanjut Reza."Maksimal 20 tahun. Tapi sebaiknya disertai dengan kerja seperti membersihkan panti asuhan, memasak di panti jompo dan lain-lain," tambah Reza.Walaupun demikian, Reza mengaku bisa merasakan penderitaan keluarga korban, dan apa yang dilakukan oleh para pelaku merupakan hasil dari kejahatan mereka sendiri."Sebagaimana terhadap korban, saya juga berempati pada keluarga pelaku. Walau bagaimana pun, mereka harus terkena getah akibat perbuatan jahat anak-anak mereka," tutup Reza.

Rekomendasi